Mungkin anak-anak memang memiliki wajah lucu untuk diabadikan pada foto. Namun, kadang mereka bisa memunculkan banyak kendala saat proses pengambilan foto dilakukan.
Mereka suka bergerak, menangis, berkedip. Bayangkan, pada zaman itu untuk mengambil sebuah gambar, fotografer memerlukan waktu hingga 30 detik bukaan lensa. Saat itu kebanyakan fotografer adalah perempuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ibu harus berselimut penutup polos, sembari duduk. Setelah wajahnya tertutup rapat, sang ibu memangku anaknya. Efeknya, muncul sosok seperti hantu di balik sosok sang balita. Pada proses selanjutnya, foto akan dipotong dan menampilkan citra balita nan sempurna.
"Ada banyak cara fotografer untuk mengantisipasi kesulitan ini, ada yang memang spesialisasinya memotret anak-anak dan orang tua," ujar Mark Osterman, sejarawan yang memulai pencarian tekhnik fotografi lama.
"Mereka memang cukup sulit diatasi, maka fotografer yang spesialis itu harus lebih sabar dan memiliki banyak cahaya. Mereka memerlukan sekitar 18 menit untuk dapatkan hasil sempurna."
(ass/utw)











































