Film ini menceritakan kisah dari imigran asal Perancis yang berada di Los Angeles, Thierry Guetta. Ia memiliki obsesi dengan seni jalanan, dan dalam film ini digambarkan bagaimana Thierry secara konstan terus membawa kameranya kemanapun pergi, untuk mendokumentasikan banyak aktifitas yang terkait dengan seni jalanan.
Film yang rilis di Sundance Film Festival ini, melibatkan banyak seniman jalanan dari seluruh dunia, sepeti Space Invader dan Shepard Fairey. Dalam kehidupan nyata, Banksy dan Thierry merupakan teman dekat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disini ia berkomentar atas perilaku Thierry yang memiliki lautan koleksi dokumentasi video yang kini jadi tidak bisa tertonton. Karena terlalu banyak dan tidak ada yang diberikan label. "Mungkin dia adalah orang yang memiliki kamera dan juga masalah mental," kata Banksy pada film itu, seperti dilansir dari The New York Times (11/11/2013).
Film 'Exit Through the Gift Shop' menjadi sensasi saat pertama kali diperkenalkan ke masyarakat. Ini bersamaan dengan munculnya stensil kameraman yang menyorot bunga, karya Banksy di Park City, Utah. Meski karya filmnya bisa Anda tonton, tapi spekulasi bahwa baik Banksy maupun Mr.Brainwash itu tidak benar-benar ada tetap dipercaya banyak pihak.
Seorang kurator independen dan direktur dari Last Rites Gallery di New York, menanyakan, "Apakah ini nyata? Apa ini hanya sebuah kebohongan?" Tapi semua orang yang terlibat di dalam film ini membela. Seperti Shepard Fairey, "Tentunya ini nyata. Tapi bukankah semakin aku berusaha menjelaskan bahwa ini nyata, semakin terkesan aku termakan konspirasi itu?"
Thierry tak berujar apa-apa atas sangkaan orang mengenai film ini. Sementara Banksy gerah dan menjawab via surat elektronik. "Saya tidak tahu kenapa orang banyak yang dibodohi dan menganggap film ini bohongan," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa film ini berasal dari footage asli, tapi bila tidak ada yang mempercayainya, ia akhirnya juga tak akan peduli.
Marc Schiller, pemilik situs yang membahas seni jalanan woostercollective.com, berkomentar soal film Banksy. "Ini adalah salah satu kasus dimana Banksy telah menemukan dalam seninya, bahwa kebenaran menjadi asing dan fiksi bisa jadi jauh lebih baik dari bayangan." Bagi Marc, film ini memiliki semangat yang sama dengan karya yang Banksy tuangkan di jalalan. "Banksy membuat film yang 100% tampak seperti pamerannya," kata Marc.

Selain soal asli tidaknya karakter Banksy dan Mr.Brainwash dalam film ini. Banksy juga menuai kontroversi karena ia tidak mencantumkan kredit sutradara dalam filmnya. "Saya tidak menggunakan kredit sutradara karena ini sedikit tidak adil. Karena disini saya hanya memilih adegan dimana siluet saya tampak menarik," kata Banksy.
Film ini ia danai sendiri dan semua kru yang terlibat bersaksi bahwa Banksy sangat memperhatikan setiap detail yang ada di semua aspek produksi ini. Dalam film ini juga dibahas beberapa pertanyaan penting soal budaya dalam konteks urban. Mengenai nilai dari otentisitas, estetika dan nilai nominal dari karya. Membahas soal apa arti menjadi bintang di sub-kultur dan sepeka apa budaya menghakimi juga mengkomersilkan seorang bintang.
(ass/utw)











































