Ia mengatakan bahwa karya Banksy ini adalah grafiti, dan ini dilarang keberadaanya. Meski ia tahu bahwa ini adalah sebuah pameran di ruang terbuka, bagi Michael Bloomberg ini tetaplah sebuah kreasi yang merusak. "Saya sangat mendukung seni. Tapi saya tahu ada tempat yang sesuai untuk seni dan ada yang tidak," ujarnya seperti dilansir dari Daily Mail (11/11/2013).
"Lihatlah, grafiti merusak properti orang lain dan ini adalah tanda seseorang tidak bisa mengendalikan dirinya." Sebenarnya, penolakan dari pihak berwajib dan pemerintahan itu merupakan hal lumrah yang dihadapi oleh para seniman jalanan di seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Buktinya, mural ataupun grafiti sering diblok dengan cat-cat polos. Tapi aktivitas berkesenian yang lahir dari sub-kultur ini seakan tak pernah luntur. Berbagai cara digunakan untuk tetap mewarnai bidang-bidang tembok, untuk bisa berintekraksi langsung dengan warga.
***
Namun, tampaknya walikota New York, Michael Bloomber menemui kesalahan. Apa yang dibuat oleh seniman asal Inggris, Banksy, bukanlah grafiti. Disini, Sacha Jenkins, seorang kurator dan sejarawan grafiti menjelaskan adanya kesalahan yang mendefinisikan karya Banksy sebagai grafiti. Namun sebagai awal mari kita lihat persamaanya lebih dulu.
"Banksy memiliki latar belakang grafiti. Seperti yang saya pahami ia pernah menjadi penulis grafiti tradisional, yang fokus secara ekslusif pada bentuk huruf. Namun kini ia tidak hanya fokus pada bentuk huruf lagi," ujarnya pada wawancara dengan Huffington Post (07/11/2013). "Selain itu hal yang sama adalah meletakkan seni di ruang yang bukan milik kita sendiri dan tanpa izin pemiliknya."

Ia kemudian menjelaskan terdapat perbedaan kultural yang fundamental antara seni jalanan dan grafiti, namun kedua praktek ini mulai dianggap sebagai sebuah aksi yang serupa. Yang membuat Banksy tidak cocok untuk dikategorikan sebagai seniman grafiti, menurut Sacha Jenkins adalah soal publikasi.
Grafiti, tidak disediakan dan ada untuk arus utama pada masyarakat. "Sementara Banksy di sisi lain, memanjakan semua orang termasuk yang berada di arus utama. Bansky juga menggunakan sosial media untuk memberitahukan karyanya," ujarnya. βKultur graffiti tidak peduli dengan arus utama itu, bahkan sama sekali tidak tertarik unruk bersosialisasi dengan mereka."
Tapi, dengan tidak masuknya Banksy sebagai seorang seniman grafiti. Sacha menjelaskan, ini bisa menjadi penyelamat bagi Banksy bila suatu hari nanti ia tertangkap.
"Konsekuensi yang ia hadapi akan berbeda dengan yang diterima oleh seniman grafiti. Kami harus menghadapi hukuman penjara serius sekarang ini." Menurutnya dengan banyak pola dan jenis karya yang Banksy tunjukan di ruang publik, ini bisa membuatnya bebas dari penjara. Apapun kekacauan yang ia buat hingga harus ditahan. "Taruhannya berbeda untuk dia," kata Sacha.
(ass/utw)











































