Namun kita masih terus ingat akan masa penjajahan, lengkap dengan kerja paksa macam romushanya. Bagaimanapun inilah kontak langsung Indonesia dengan Jepang.
Untungnya setelah puluhan tahun, kenangan buruk itu perlahan dicairkan oleh hubungan yang lebih harmonis. Misalnya saja lewat seni budaya hasil dari persahabatan seniman kedua negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bawah asosiasi Society for the Study of Indonesian Arts (SSIA) Japan-Indonesia sejak 28 Oktober hingga 7 November, pameran diselenggarakan di Galeri 678 Jalan Kemang Selatan Raya. DetikHOT merangkum berbagai kegiatan mereka, sampai acara melukis di Kota Tua. Berikut di antaranya:
***
Kolaborasi dalam bidang seni adalah kerjasama yang paling menyakinkan terjadi antara dua bangsa. Itulah yang dikatakan oleh Director General The Japan Foundation Jakarta, Tadashi Ogawa saat pembukaan The 9th Indonesian-Japan Cultural Exchange.
βPameran ini menarik, karena setiap seniman mencoba menyampaikan pesan melalui karyanya, meski tak ada tema,β kata Tadashi di Galeri 678, akhir bulan lalu.
Pameran seni rupa bersama ini merupakan bagian dari hubungan persahabatan Indonesia-Jepang yang ke 55. Sekaligus perayaan bagi hubungan ASEAN-Jepang yang ke-40.
Ketua Umum SSIA Indonesia Rudy Harjo menegaskan pernyataan Tadashi mengapa pameran ini tidak memiliki tema spesifik laiknya pameran besar lainnya. βIni lebih ke temu kangen antara dua negara dan melakukan kegiatan bersama,β katanya kepada detikHOT.

Setiap tahunnya, event ini selalu diadakan bergantian di Indonesia dan Jepang. Banyak karya dari seniman Negeri Sakura tersebut, kata Rudy, yang mencirikan negara ini. Di antaranya, seniman yang pernah belajar membatik di Yogyakarta dan membuat kimono batik.
Ada juga seniman yang meneliti relief di Candi Borobudur dan candi-candi yang ada di Indonesia lainnya. βTapi ada juga digital art yang memadukan antara kanvas dan teknik fotografi,β ujarnya.
Tak hanya itu saja, seniman yang berasal dari Indonesia juga ingin memperlihatkan seni dan budaya negara ini, melalui persepsinya masing-masing.
Seperti lukisan putri-putri Affandi yang mencerminkan Indonesia dalam bentuk βbarongβ dan Pantai Pangandaran.
(utw/utw)











































