Inilah yang terjadi beberapa hari lalu. Karya Banksy yang tiba-tiba muncul di diam-diam di New York Senin lalu, dalam hitungan jam pun hilang pula tergantikan dengan cat putih.
Mural yang dibuat Banksy di sudut pecinan kota New York itu, menggambarkan seorang anak muda tanpa alas kaki yang berdiri di pundak seseorang untuk mengambil sebuah kaleng cat semprot yang tersembunyi di balik tanda bertulis "Graffiti Is a Crime".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karya Banksy sudah menjadi sasaran para taggers, kelompok yang gemar mengacak-acak karya mural. Misalnya sebuah kelompok yang menamakan diri sebagai Smart Crew, sempat mengganti tulisan "Graffiti Is a Crime" menjadi tulisan "Street Art Is a Crime." Namun cat putih yang dipoles seseoranglah yang benar-benar menghilangkan karya Banksy.
Buat penggemar Banksy yang ingin tahu tentang karyanya di New York diberi judul "Better Out Than In" yang sudah dihapus itu sampai-sampai sang seniman membuat saluran telepon bebas pulsa. Saluran telepon itu akan mengarahkan orang untuk melihat karya Banksy di lain tempat.
Pesan audio pertama sudah memberi gambaran akan hilangnya karya Banksy itu. "Mungkin kau akan melihat karya spray art karya Banksy. Mungkin tidak -- mungkin saat ini karya itu sudah dihapus dengan cat."
Tak semua orang terkesan dengan karya Banksy dan gaya nyentriknya. Setidaknya jurnasil dari The Guardian, Jonathan Jones mengkritik keras cara Banksy.
"Aku sendiri berharap Banksy mau melihat karya-karya Jackson Pollock di Museum of Modern Art sebagai perbandingan, hingga dia menyadari betapa karyanya sangat membosankan, tak tanpa jiwa dan ia segera bersedia pensiun," kata Jones.
***

Bukan hanya di New York dua mural karya Banksy yang berada di dinding sebuah gereja, di kawasan Fitzroy, Melbourne, Australia juga hilang seperti dilaporkan The Telegraph.
Sepuluh tahun lalu, Banksy datang ke negeri kangguru itu dan membuat dua mural tersebut. Salah satu karyanya menggambarkan menggambarkan seorang anak perempuan yang sedang memeluk bom dan gambar tikus khas buatan Banksy.
Ada dua versi cerita soal hilangnya mural buatan Banksy ini. Yang pertama mengatakan bahwa mural yang terakhir telah mengalami kerusakan akibat ulah para taggers.
Namun ada juga yang melaporkan bahwa sang pemilik gereja, mengecat menutup begitu saja karya seni Banksy. Di lokasi yang sama juga terdapat karya dari Keith Haring dan Peat Wollager, yang ikut dihapus pemilik gereja.
Seorang ahli dalam bidang seni jalanan, yang berasal dari daerah itu Fletcher Andersen berkomentar. "Saya tidak tahu kenapa harus ada kehebohan atas karya Banksy, saat ada banyak seniman lokal yang hebat dan hal yang sama juga terjadi pada mereka."
Andersen mengatakan memahami jika publik tertarik pada Banksy. "Tapi penting untuk dicatat bahwa di dinding ini juga terdapat karya seni seniman lain -- beberapa diantaranya bertahan hingga 2012, tapi ini sudah hampir hilang secara alami," ujarnya seperti yang dilansir dari Huffington Post (29/9/2013).
Pada 2008 silam, karya Banksy sebenarnya telah disorot oleh Dewan Kota. Mereka sepakat untuk melakukan upaya melindungi karya Banksy. Ini dilakukan dengan melapisi mural tadi dengan plastik. Namun usaha ini gagal.
Karena ada seorang vandalist yang menuangkan cat akrilik ke dalam lapisan plastik, dan menuliskan kata "Banksy woz ere" di atasnya. Sangat disayangkan, Fitzroy menjadi tempat pertama, dimana karya Banksy jadi masalah.

(utw/utw)











































