Menurut Rieke Memilih Elemen Kayu Untuk Rumah itu Jodoh-jodohan

Mengulik Rumah Rieke Diah Pitaloka (7)

Menurut Rieke Memilih Elemen Kayu Untuk Rumah itu Jodoh-jodohan

Astrid Septriana - detikHot
Selasa, 01 Okt 2013 16:17 WIB
Menurut Rieke Memilih Elemen Kayu Untuk Rumah itu Jodoh-jodohan
Jakarta - Perkara ditinggal pergi arsitek, ketika pekerjaan pembangunan rumah belum rampung tentu saja sulit. Rieke mengerahkan seluruh tenaga untuk mengambil alih hal ini, bersama dukungan para pekerja bangunan.

Namun, sekali lagi ia harus memutar otak. Saat tahu dinding rumah induknya sudah 'terlanjur' menjulang.

Dinding rumah induknya sangat tinggi, ini diluar rencana Rieke. Yang membuat hal ini terwujud adalah desain dari arsiteknya, namun saat ia keburu kabur, tembok pun sudah menjulang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



"Awalnya berencana membangun ini setinggi 2,7 meter atau maksimalnya 3 meter. Tapi tukang bangunan kita sudah terlanjur membuat temboknya tinggi, ternyata arsiteknya yang salah. Jadi ini tingginya hampir 5 meter."

Untuk merobohkannya kembali, Rieke merasa sayang. Tapi tembok setinggi lima meter itu akan berisiko ambruk bila hanya ditopang dengan pilar tembok.

Sementara kayu, sebagai tiang, kayunya tidak bisa potongan. Tapi membeli kayu jati sebesar-besar itu, Rieke tak bisa membayangkan biaya yang harus ia keluarkan.

"Kebetulan dapat info dari warga sekitar ini, kalau kampus Universitas Indonesia mau ganti pohon. Saat itu saya lagi pusing, karena kalau pakai jati ini bisa kena mahal banget," tuturnya. "Jadi saya percaya kalau kayu itu jodoh-jodohan baget."

Kayu gelondongan yang besar dan tinggi mulai dirangkai menjadi tiang dan kuda-kuda rumahnya. Tinggi kayu dari pohon tadi masih sekitar 4,5 meter. Untuk menutupi kekurangan itu, Rieke bersama pekerjanya mendapat ide untuk menambahkan pondasi tembok untuk disambungkan ke kayu.

Tak hanya itu, rumah Rieke yang furniturnya didominasi oleh kayu ini, juga merupakan hasil eksperimennya. "Ini pohon jengkol yang ada disini, sudah mati. Akhirnya saya jadikan meja TV." Dan meja buatan sendiri ini, memberi sentuhan mewah pada ruang tengah keluarga Rieke.

Pengumpulan kayu-kayu yang ia pakai dirumahnya ini, sudah dilakukan oleh Rieke sejak empat tahun sebelum rumah itu ada. "Kayunya mayoritas kayu furnish, merbau, ulin, jati dan kayu bekas atau kayu bongkaran." Rieke tak pernah rela membuang sisa-sisa kayu yang ia pakai.

Walhasil, sisa-sisa kayu ini berubah menjadi tempat tidur, cermin, jendela, lemari, pintu dan masih banyak lagi. Jadi banyak sekali barang-barang di rumah Rieke yang merupakan hasil buatan sendiri.

"Saya senang dengan kayu. Sisa kayu bisa dibuat macam-macam seperti menjadi buffet. Jadi saya suka beli barang rongsokan. Saya kan punya seniman kayu, jadi kalau sudah bobrok banget bisa dibenerkan atau kalau sudah cacat banget digabung-gabungkan."

Tempat tidur Rieke dan Donny pun merupakan salah satu buah karyanya. Berasal dari sisa kayu yang digabungkan. Kemudian dipercantik dengan ukiran. Yang mengukir adalah seniman kayu dari Jepara.

Bath up kamar mandi Rieke dan Donny juga unik, berada di bagian luar kamar mandi. Terbuat dari semen plester tanpa cat. Ini memberikan kesan yang alami. "Anak-anak suka berendam disini," katanya.



Pintu rumah Rieke pun tak memiliki kunci layaknya kebanyakan orang. Ia masih menggunakan semacam gebyok, yang dikunci dengan kayu melintang. Dan ini semua buatannya sendiri. Untuk sakelar lampu, Rieke juga menggunakan sakelar khas rumah tua, ini dipertegas dengan papan kayu sebagai alasnya.

Menurutnya barang antik dan kayu tak akan lumat dimakan waktu, justru ini bisa menjadi inverstasi. Banyak teman-teman Rieke yang meminta idenya saat hendak membangun rumah.



Selain bermain-main dengan kayu bekas. Rieke menyempurnakan kediamannya dengan genteng lama. "Gentengnya dari Grogol, bekas sekolah lama."

Sementara ubin gaya tua yang ia gunakan, sebenarnya adalah produksi baru. Ia dapatkan ini tak jauh dari rumahnya, tepatnya di Margonda. Per meter perseginya sekitar Rp. 17 ribu, namun kini pabrik ubin tersebut telah tutup.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads