Peristirahatan Kedua Rumah Boyke Menghadap Gunung Pancar

Rumah Keong ala Boyke (5)

Peristirahatan Kedua Rumah Boyke Menghadap Gunung Pancar

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 24 Sep 2013 12:31 WIB
Peristirahatan Kedua Rumah Boyke Menghadap Gunung Pancar
Rumah keong Boyke berlatar Gunung Pancar
Jakarta -

Punya rumah jauh dari hiruk pikuk ibukota, desain unik, udara sejuk, ditambah dengan pemandangan gunung di depannya, siapa yang tak mau. Berbagai nilai plus ini membuat keluarga Boyke sangat senang menghabiskan waktu di rumah keong.

Setiap akhir pekan, mereka menyempatkan diri menginap di sana. "Apa enggak nikmat, buka jendela sudah ada lukisan pemandangan yang luar biasa Masya Allah," kata Boyke kepada detikHOT di rumahnya.

Ventilasi atau jendela besar yang terbuat dari kaca memang sengaja ditempatkan Boyke di rumahnya. Seperti di depan kamar utama rumah keong, maupun di depan ruang tamu lantai satu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Alasannya hanya satu yakni agar adanya sirkulasi udara, tanpa harus menggunakan air conditioner (AC). Ia pun mengaku suka duduk berlama-lama sembari memandang Gunung Pancar di hadapannya.

Tak hanya itu saja, saking udaranya begitu sejuk, ketika senja menjelang malam, Boyke menyukai rebahan menggunakan tikar di teras depan rumahnya.

Lalu, ia akan menyalakan lampu-lampu yang ada di sekitar akuarium yang dibuatnya di lantai. Apalagi ketika wangi pepohonan cemara tercium, suasana pedesaan terasa di sana.

"Udaranya yang memang sejuk, trus kalau bangun sudah siang. Cuma makan, tidur, makan, tidur, di depan akuarium bisa tidur sambil ngorok," kata Boyke.

Kawasan Sentul City, baginya tetap merupakan kota yang paling indah. Ia bersyukur bisa mendapatkan lahan dengan pemandangan menghadap gunung, tentunya dengan harga yang standar.

Saat ia membelinya 2008 lalu, harga per meternya masih sekitar Rp 800 ribuan. Kini, tak ada tanah yang dijual dengan Rp 5 juta. Lama kelamaan, kata Boyke, Sentul akan menjadi kota yang mandiri. Ditambah dengan adanya wisata Jungle Land.

Untuk persoalan transportasi, ia tak perlu kuatir. Pasalnya dari rumahnya yang terletak di kawasan Menteng, untuk menuju Sentul cukup 35 menit melalui jalan tol.

"Cepat sekali kan, semua aksesnya bisa lewat tol. Makanya lokasi ini surga, banyak pemandangan gunung dan pepohonan. Tak ada lokasi ini seperti di Jakarta," ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.










(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads