Tiket Konser Big Bang Ludes Dalam Waktu 15 Menit

Mengintip Bisnis Tiket Konser (4)

Tiket Konser Big Bang Ludes Dalam Waktu 15 Menit

- detikHot
Jumat, 02 Agu 2013 15:13 WIB
Tiket Konser Big Bang Ludes Dalam Waktu 15 Menit
Jakarta - Siapa sangka di usianya yang baru genap dua tahun di bulan ini, penyedia jasa perjalanan dan hiburan Tiket.com mampu merajai bisnis ini. Ia menyediakan β€˜one stop solution’ bagi pelanggan yang mengunjungi situsnya.

β€œKami ingin mereka yang datang ke situs online kami, dapat memfasilitasi semua kebutuhannya,” kata co-founder & Chief Technology Officer (CTO) tiket.com Natali Ardianto kepada detikHOT Kamis (1/8/2013) di kantornya Jalan Kawi Nomor 45, Setiabudi.

Termasuk untuk urusan tiket event. Di depan para investornya, ketika perusahaan tersebut baru berdiri Natali menceritakan jika ia sempat presentasi mengatakan, β€œDi Indonesia, pernah ada sejarah tiket Pitbull mampu dijual dalam waktu 1 hari dan Bruno Mars 7 jam,” ujar Natali yang yakin bisa menjual lebih cepat dari dua konser tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata prakiraannya benar sekali. Ketika konser Big Bang pada Oktober tahun lalu diadakan, pihaknya menjual 6 ribu tiket dalam waktu 15 menit.

β€œKami juga kaget mengapa bisa secepat itu,” ujarnya. Padahal kekuatan sosialisasi yang digunakannya hanya berkisar pada social media khususnya twitter. Namun, pecinta Big Bang langsung membelinya.

Menurutnya, rata-rata untuk pembelian tiket konser asal negara Korea tersebut adalah remaja di bawah usia 25 tahun. Mereka banyak yang tidak punya kartu kredit. β€œSetelah dilihat banyak yang menggunakan nama orang tuanya, ha..ha..ha,” kata Natali.

Selain Big Bag, keunggulan kenyamanan dan kecepatan melalui sistem online juga dirasakan ketika penjualan tiket konser L’arc n Ciel pada Mei 2012 lalu. Pihaknya menjual 1000 tiket dalam waktu 2 menit.

Hal yang sama juga diharapkan mampu didapatkan untuk penjualan tiket Metallica Asia Tour 2013 Agustus mendatang. Serta Opus Jay 2013 World Tour di Jakarta yang hanya dijual di tiket.com

Bisnis penyedia jasa ini didirikan oleh tiga orang lainnya yakni Wenas Agustiawan, Dimas Surya Yaputra, dan Gaery Undarsa. Konsep dan ide awal dibicarakan pada Maret 2011. Peluncurannya pun diadakan pada November tahun itu juga. β€œKami berada di waktu yang tepat secara teknologi online dan gunakan world of mouth sebagai kekuatan,” katanya.

Lulusan Ilmu Komputer Universitas Indonesia ini juga mengatakan jika perusahannya sudah menggunakan 14 metode pembayaran online. Usai transfer, pihaknya langsung mengeluarkan virtual account.

β€œJadi enggak usah nunggu lama,” katanya. Di tempat pertama situs e-commerce ini, jasa pesawat menempati urutan pertama. Diikuti oleh kereta api, hotel, dan hiburan. Khusus untuk pertunjukan hiburan, Natali mengaku konsumennya banyak yang mencari tiket konser.

Berbeda halnya dengan jasa perjalanan. β€œKami harus tetap promo kalau perjalanan. Tapi konser, orang sudah cari kami,” kata Co-Founder Urbanesia itu. Saat ini, tiket.com memiliki 300 ribu pengguna aktif.

(utw/utw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads