"Saya tidak terima dinista sedemikian. Saya akan membawa ini ke ranah hukum, dengan mengadukan Bramantyo Prijosusilo ke Kepolisian RI," tulisnya dalam sebuah rilis yang diterima detikhot pada Sabtu (2/4/2011).
Sebuah puisi berjudul 'Kerendahan Hati' yang disebut-sebut sebagai karya Taufiq Ismail dituduh sebagai jiplakan. Puisi itu dituduh sangat mirip dengan puisi berjudul 'Be the Best of Whatever You Are' karya Douglas Malloch.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadli membantah tuduhan plagiat itu, menurutnya tidak ada puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul 'Kerendahan Hati'. Fadli juga mengungkapkan, Taufiq Ismail memang menerjemahkan juga puisi 160 penyair Amerika yang dikumpulkan dalam 'Rerumputan Dedaunan' yang belum diterbitkan. Tapi puisi Malloch tak pernah diklaim puisi Taufiq Ismail.
Dalam rilisnya, Taufiq mengaku telah dicemarkan nama baiknya. Ia pun telah menunjuk kuasa hukum untuk pelaporannya nanti.
"Saya meminta bantuan pengacara sastrawan Suparwan Parikesit SH dan aktivis kampus Abrori SH, dengan saksi pelukis Hardi dan budayawan Fadli Zon," tulisnya.
(nu2/nu2)











































