Dituduh Plagiat, Taufiq Ismail Akan Polisikan Bramantyo Prijosusilo

Dituduh Plagiat, Taufiq Ismail Akan Polisikan Bramantyo Prijosusilo

- detikHot
Sabtu, 02 Apr 2011 13:37 WIB
Dituduh Plagiat, Taufiq Ismail Akan Polisikan Bramantyo Prijosusilo
Jakarta - Penyair yang terkenal dengan kumpulan puisi 'Tirani dan Benteng' Taufiq Ismail dituduh sebagai plagiator oleh pegiat sastra, Bramantyo Prijosusilo. Merasa nama baiknya dicemarkan, penyair angkatan 66 itu pun akan melaporkannya ke kepolisian.

"Saya tidak terima dinista sedemikian. Saya akan membawa ini ke ranah hukum, dengan mengadukan Bramantyo Prijosusilo ke Kepolisian RI," tulisnya dalam sebuah rilis yang diterima detikhot pada Sabtu (2/4/2011).

Sebuah puisi berjudul 'Kerendahan Hati' yang disebut-sebut sebagai karya Taufiq Ismail dituduh sebagai jiplakan. Puisi itu dituduh sangat mirip dengan puisi berjudul 'Be the Best of Whatever You Are' karya Douglas Malloch.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian berawal pada sebuah perbincangan di akun Facebook milik Bramantyo Prijosusilo. Diskusi itu akhirnya melibatkan sejumlah pelaku sastra, seperti novelis Soe Tjen Marching dan pelukis Hardi. Hingga akhirnya Fadli Zon, keponakan sekaligus editor buku kumpulan puisi Taufiq Ismail pun ikutan.

Fadli membantah tuduhan plagiat itu, menurutnya tidak ada puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul 'Kerendahan Hati'. Fadli juga mengungkapkan, Taufiq Ismail memang menerjemahkan juga puisi 160 penyair Amerika yang dikumpulkan dalam 'Rerumputan Dedaunan' yang belum diterbitkan. Tapi puisi Malloch tak pernah diklaim puisi Taufiq Ismail.

Dalam rilisnya, Taufiq mengaku telah dicemarkan nama baiknya. Ia pun telah menunjuk kuasa hukum untuk pelaporannya nanti.

"Saya meminta bantuan pengacara sastrawan Suparwan Parikesit SH dan aktivis kampus Abrori SH, dengan saksi pelukis Hardi dan budayawan Fadli Zon," tulisnya.


(nu2/nu2)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads