Perkembangan teknologi digital dan era jejaring sosial telah memberikan banyak kemudahan dalam berkarya. Terutama, berkarya di bidang sastra. Banyak penulis muda yang lahir dari situs-situs jejaring sosial di internet. Mereka memindahkan tulisan-tulisan dari situs tersebut ke dalam bentuk buku.
Sebut saja pengalaman penyair asal Aceh D Kemalawati. Sejak tahun 2000-an guru Matematika di Banda Aceh itu sudah mulai merangkai kata-kata di Facebook-nya. Sudah ratusan puisi yang ia ciptakan. Lalu, pada 2006, D menerbitkan puisi-puisinya dalam buku berjudulΒ 'Surat dari Negeri Tak Bertuan'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap malam, perempuan kelahiran 2 April 1965 itu selalu menyempatkan membuat puisi. Ia pun men-tag puisi yang ditulis di Facebook kepada teman-temannya.Β "Respon pun muncul nanti, apakah mereka suka. Itu latihan awal, menerima kritikan dan pujian," ujarnya dengan logat melayu yang kental.
Selain diterbitkan dalam buku tersendiri, puisi-puisi Facebook milik D kemudian ada yang dikumpulkan dan diterbitkan bersama penyair lain. Dalam hal ini, D berkesempatan menerbitkan sejumlah puisinya bersama dua penyair senior, Diah Hadaning dan Dimas Arika Mihardja, dalam kumpulan berjudul '3 DI HATI'.
Menurut D, tidak sulit menerbitkan puisi-puisi yang telah ditulisnya di Facebook. "Tinggal hubungi aja kantor penerbit. Yang penting itu ada dulu puisi-puisinya, nanti kan disaring mana yang sekiranya layak dan tidak. Nanti ada editor yang akan menyatukan hingga ada benang merahnya," papar D.
Anda tertarik?
(ebi/mmu)











































