detikHot

advertorial-news-block

Datang ke Pameran Ini Seperti Berada di Arab Saudi

Sabtu, 25 Agu 2018 00:00 WIB Advertorial - detikHot
Foto: dok. Saudi House Foto: dok. Saudi House
Jakarta - Arab Saudi yang terkenal dengan Tanah Suci memang begitu indah untuk dikenang. Bagi yang pernah menginjak kaki di sana, pasti akan rindu dan ingin kembali lagi dan bagi yang belum pernah, rasa penasaran dengan keindahan budayanya yang sangat khas tetap berbekas di hati.

Kini Anda tak pergi jauh untuk merasakan sensasi berada di Arab Saudi. Cukup datang ke Saudi House dan rasakan nuansa Timur Tengah khas Arab Saudi yang kental.

Saudi House merupakan pameran yang digagas oleh Komite Olimpiade Arab Saudi dan Otoritas Budaya Umum Saudi yang menyuguhkan pameran kebudayaan Arab Saudi. Pameran ini digelar bertepatan dengan Asian Games ke-18.

Bertempat di di Restoran Pulau Dua, Senayan, tak jauh dari Stadion Gelora Bung Karno, Saudi House memakai area seluas 4.500 m2 untuk mempertontonkan kebudayaan Arab Saudi yang meliputi kaligrafi, seni visual Saudi, henna dan dua masjid suci. Di sini juga dipenuhi dengan makanan khas Arab yaitu kurma, zam-zam dan lainnya.

Selain itu, pameran yang disiapkan di beberapa paviliun ini juga mempertunjukkan tarian dan musik tradisional setiap harinya.

Pada pameran ini, pengunjung seakan-akan berada di Arab Saudi. Contohnya saja, di paviliun Dua Masjid Suci. Di sini menghadirkan miniatur Masjidil Haram di Mekah dan Al Masjid An Nabawi di Madinah yang dipresentasikan dengan indah melalui berbagai audio visual. Hal ini semakin memberikan pengalaman nyata mengunjungi dua masjid suci tersebut.

Bagi Anda yang butuh informasi, Saudi House juga menghadirkan para ahli dari Universitas Umm Al-Qura, Mekah untuk memberikan penjelasan rinci mengenai dua masjid tersebut.

Tak sampai di situ saja, Anda juga bisa mengunjungi paviliun kaligrafi Arab. Di sini para pengunjung dapat belajar mengenai sejarah dan penggunaannya di zaman modern ini karena kaligrafi Arab merupakan kunci dari seni Islam.

Di paviliun ini, para pengunjung dapat membuat nama mereka tertulis dalam kaligrafi Arab. Di sini tersedia juga berbagai lukisan, fotografi dan karya seni kaligrafi oleh seniman Saudi.

Kemudian, pengunjung bisa memasuki paviliun olimpiade Arab Saudi yang menyediakan sejarah partisipasi Arab Saudi dalam Asian Games dan Olimpiade, serta menyoroti prestasi yang ditorehkan para atlet Arab.

Ada juga paviliun kurma Saudi yang menyediakan 10 jenis kurma berbeda dari daerah Al Qassim. Pengunjung bisa mencicipi dan mendapat pengetahuan mengenai kurma dari para ahli Al Qassim University. Untuk pameran ini, Saudi House membawa 6 ton kurma langsung dari Arab Saudi.

Foto: dok. Saudi HouseFoto: dok. Saudi House

Sedangkan paviliun zam-zam (air suci Muslim) yang ada di pameran ini, memperbolehkan pengunjung untuk meminum air suci Muslim yang telah tersedia.

Selanjutnya di paviliun baju tradisional, warisan kaya kerajaan Arab Saudi dalam mode tradisional disorot melalui berbagai jenis kain tradisional, sulaman, pola serta desain yang diwakili 30 jenis pakaian etnis berbagai bagian kerajaan Arab Saudi. Di sini pengunjung dapat mengenakan pakaian etnik tradisional tersebut untuk sesi foto.

Saudi House juga mendatangkan seorang ahli lukis henna untuk melukis tangan pengunjung. Seni Henna sendiri merupakan metode lukisan geometris yang rumit, di mana biasanya digunakan pada kulit selama pernikahan atau perayaan dan telah berevolusi menjadi ekspresi diri individu, dan menjadi tren di beberapa negara yang berbeda.

Foto: dok. Saudi HouseFoto: dok. Saudi House

Paviliun berikutnya adalah paviliun kuliner Saudi. Saudi House menerbangkan langsung koki dari Arab Saudi untuk memasak dan menyajikan hidangan khas seperti margoog dan nasi kabsa. Hidangan tersebut tersedia untuk pengunjung yang ingin mencicipinya.

Untuk menikmati pertunjukan musik klasik dan lagu tradisional kerajaan Arab Saudi, Saudi House menggunakan instrumen musik yang berbeda seperti Al Oud dan Aldaff. Lalu, ada tarian folklore yang menampilkan tarian rakyat dari seluruh wilayah kerajaan seperti Saudi Arda dan Al Mizmar. Pertunjukan-pertunjukan tersebut biasanya dipertontonkan saat acara pernikahan kerajaan dan selama libur nasional seperti Idul Adha.

Di tengah lokasi, Saudi House membangun tenda tradisional Arab yang juga dibawa langsung dari Arab Saudi. Pengunjung dapat menonton tarian tradisional dan pertunjukan musik dari dalam tenda yang nyaman ini, sambil menikmati secangkir kopi Arab.

Foto: dok. Saudi HouseFoto: dok. Saudi House

Melalui pameran ini, Saudi House ingin mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi serta mempertajam hubungan bilateral yang selama ini sudah terjalin sangat kuat. Hal tersebut juga ditunjukkan saat Indonesia menyambut hangat kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada tahun 2017 lalu. Pameran yang menampilkan kekhasan budaya Arab Saudi yang luar biasa ini juga akan memperkuat ikatan dan solidaritas antara kedua negara.

Masyarakat yang mengunjungi pameran ini bisa datang ke Restoran Pulau Dua, Senayan (tak jauh dari stadion GBK) ini pada 19-22 Agustus dan 24-28 Agustus 2018 mulai pukul 14.00-22.00 WIB.

Pengunjung juga tak perlu mengeluarkan biaya masuk, alias gratis. Bahkan disediakan juga Layanan antar-jemput gratis juga tersedia dari stasiun Palmerah, stasiun Sudirman dan stadion GBK.
(adv/adv)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com