Perselingkuhan Tak Pernah Kehilangan Penggemar

ADVERTISEMENT

Perselingkuhan Tak Pernah Kehilangan Penggemar

Asep Syaifullah - detikHot
Kamis, 19 Jan 2023 18:29 WIB
Cuplikan adegan Noktah Merah Perkawinan.
Cuplikan adegan di film Noktah Merah Perkawinan (2022). Dok. Ist
Jakarta -

Jika bicara soal tayangan favorit maka ada satu resep yang sebenarnya terbukti selalu laris manis di pasaran yakni kisah perselingkuhan, cinta terlarang hingga prahara rumah tangga. Salah satu ip yang paling terkenal dengan jalan cerita tersebut adalah sinetron Noktah Merah Perkawinan (1996).

Diperankan oleh Cok Simbara, Ayu Azhari, Berliana Febrianti hingga Teddy Syah, sinetron tersebut sangat digemari masyarakat kala itu dan menghadirkan adegan ikonik yang masih diingat hingga saat ini. Resep yang ditawarkan seputar konflik rumah tangga bersama orang ketiga.

Lebih dari dua puluh tahun setelahnya hadir serial yang diangkat dari kisah adaptasi drama serial BBC bertajuk Doctor Foster yakni The World of the Married (2020). Drama Korea tersebut pun menawarkan konsep hampir serupa dengan tambahan bumbu-bumbu terbarukan di dalamnya (muncul istilah pelakor) dan mereka membuktikan bahwa tak ada perubahan dari minat masyarakat akan isu-isu di dalam pernikahan.

Fenomena sosial ini menjadi sebuah tolak ukur bahwa kehidupan rumah tangga yang dialami dan dijalani masyarakat selalu berkutat dalam hal-hal yang hampir serupa. Sebut saja serial lokal Layangan Putus yang cukup fenomenal di 2021.

Diangkat dari curhatan viral seorang istri di media sosial yang kemudian dibuatkan novel, serial tersebut berhasil menjadi salah satu serial terlaris di Tanah Air. Beragam dialog dari Aris (Reza Rahadian) dan Kinan (Putri Marino) pun menjadi tren terbaru di media sosial dan ditirukan oleh masyarakat dan juga para seleb.

Poster sinetron Noktah Merah Perkawinan.Poster sinetron Noktah Merah Perkawinan. Foto: Dok. Ist

Lalu belum lama ini hadir serial Mendua yang merupakan versi Indonesia dari Doctor Foster/The World of the Married. Dikemas dengan background karakter dengan kultur budaya yang lebih lokal, serial itu pun berhasil merebut hati para penonton di Indonesia.

Banyak orang yang melirik penampilan Adinia Wirasti (dr Sekar Atmajaya), Chicco Jerikho (Ivan Atmajaya) dan Tatjana Saphira (Isabella Rijanto). Beragam adegan-adegannya pun lagi-lagi viral di dunia maya dan episode-episode barunya selalu dinantikan di Disney+Hotstar.

Setelahnya hadir film Noktah Merah Perkawinan yang ditayangkan di Netflix. Dengan nama besar ip sinetron populer tersebut, Rapi Film mencoba mengubah format ke dalam bentuk film untuk menjajal pasar Indonesia. Jika sebelumnya masyarakat lebih sering disuguhkan kisah perselingkuhan dan prahara rumah tangga dalam format serial atau sinetron, maka kini mereka mencoba menawarkan versi filmnya.

Serial Layangan PutusCuplikan adegan di serial Layangan Putus. Foto: Dok. Instagram

Tentunya pada film berbeda dengan sinetron yang jauh lebih panjang dan membuat kreator memiliki ruang lebih lega untuk menguras emosi para penontonnya. Sayangnya dalam pemutaran di bioskop tak terlalu berhasil mendatangkan banyak penonton seperti film-film yang tayang berbarengan dengannya.

Aksi Oka Antara (Gilang Priambodo), Marsha Timothy (Ambarwati) dan Sheila Dara (Yulinar) justru lebih disukai dan meledak saat film tersebut tayang di layanan OTT Netflix. Mereka pun berhasil menduduki puncak top 10 Movies in Indonesia pada layanan tersebut.

Mungkin hal ini menunjukkan jika masyarakat lebih senang menyaksikan film atau pun serial dengan ide cerita perselingkuhan dalam format yang mereka bisa atur (lama pemutarannya) dibandingkan di bioskop di mana para penonton hanya duduk saja dan menikmati film hingga selesai.



Simak Video "Series Netflix '1899' Tak Lanjut Musim Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT