Serial Mendua Gaet Koordinator Keintiman Demi Adegan Mesra

ADVERTISEMENT

Serial Mendua Gaet Koordinator Keintiman Demi Adegan Mesra

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 13 Jan 2023 08:24 WIB
Chicco Jerikho
Foto: Dok. Disney+Hotstar
Jakarta -

Intimacy coordinator atau koordinator keintiman jadi bidang pekerjaan yang sangat penting untuk diikutsertakan dalam sebuah produksi film atau serial televisi. Terlebih apabila dalam naskah serial dan film tersebut mencantumkan adegan seks atau intim antara satu, dua, atau lebih pemerannya. Di industri film Barat dan Inggris, jasa koordinator keintiman dalam proses produksi sudah mulai banyak digunakan terlebih lagi setelah gerakan Me Too. Banyak aktor dan aktris muda merasa lebih aman dan nyaman dalam beradegan intim di depan kamera dengan keikutsertaan profesi ini dalam produksi.

Sayangnya di Asia, saat ini tidak semua industri film menggunakan jasa koordinator keintiman. Profesi ini masih sangat langka dilibatkan dalam produksi-produksi film dan serial televisi di Asia seperti India (Bollywood), Hong Kong, Jepang, hingga Korea. Di Indonesia sendiri saat ini masih belum ada sosok yang punya sertifikasi resmi sebagai intimacy coordinator. Hal ini diutarakan oleh Aastha Khanna, koordinator keintiman dari India yang digaet Screenplay Films untuk bekerja di serial Mendua yang tayang di Disney+ Hotstar.

"Ketika aku melakukan riset, aku tidak menemukan siapapun dari Asia yang melakukan pekerjaan ini. Aku termasuk orang pertama yang menjadi intimacy coordinator bersertifikat di Asia," kata Aastha Khanna dalam perbincangan eksklusif dengan detikcom.

Mendua merupakan serial original Disney+ Hotstar yang diadaptasi dari serial TV BBC berjudul Doctor Foster. Sebelumnya, Doctor Foster pernah diadaptasi ke drama Korea dengan judul The World of The Married. Serial Mendua menampilkan sederet adegan intim antara para aktor yang terlibat. Di tengah ramainya isu pelecehan seksual di lokasi syuting film Indonesia beberapa tahun terakhir ini, Disney+ Hotstar memastikan bahwa semua pemain serial Mendua mendapat ruang yang aman dan nyaman dalam beradegan intim dengan melibatkan seorang intimacy coordinator.

Nama Aastha Khanna muncul di credit title serial Mendua produksi Disney+ Hotstar dan BBC Studio yang diperankan oleh Adinia Wirasti, Chiccho Jerikho, dan Tatjana Saphira. Dua episode serial ini menampilkan beberapa adegan intim yang dilakukan salah satunya oleh Chiccho Jerikho dan Adinia Wirasti.

Adinia Wirasti main di serial Mendua, adaptasi Doctor Foster yang merupakan serial asli dari drama Korea The World of The Married.Adinia Wirasti main di serial Mendua, adaptasi Doctor Foster yang merupakan serial asli dari drama Korea The World of The Married. Foto: dok. Disney+ Hotstar

Disney+ Hotstar terbilang melakukan terobosan karena memutuskan untuk menggunakan jasa intimacy coordinator buat proyek ini. Meski pada saat syuting berlangsung, Aastha Khanna hanya bisa hadir secara virtual di lokasi syuting.

"Tidak memungkinkan buatku terbang ke Bali (lokasi syuting) karena biaya produksi dan sebagainya. Tapi aku hadir secara virtual dan memastikan bahwa semua yang dibutuhkan untuk kenyamanan para aktor dan aktris terpenuhi. Kurasa ini adalah pertama kalinya produksi Indonesia yang menggunakan jasa intimacy coordinator. Di India sendiri, rumah produksi baru mulai merasakan pentingnya pekerjaan ini di akhir 2020. Ini memang sangat baru buat industri film di Asia," beber dia.

[Gambas:Instagram]


Dibocorkan oleh Aastha Khanna, industri film India pun masih sangat awam dengan keberadaan intimacy coordinator di lokasi syuting. Hal itu dia ketahui karena pernah bekerja sebagai asisten sutradara dan familier dengan atmosfer dan lingkungan di set film atau serial televisi.

Padahal menurut dia ada banyak sekali konten-konten di India khususnya yang masuk ke dalam kategori 'khusus dewasa'. Namun dalam praktiknya selama ini, industri Bollywood belum benar-benar memanfaatkan jasa intimacy coordinator untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan aktor dan aktris yang terlibat dalam adegan-adegan yang mungkin bisa memantik atau meninggalkan trauma.

"Platform streaming di India saat ini tidak ada sensor. Selain itu, ada banyak sutradara yang ingin menampilkan adegan-adegan seperti pemerkosaan di layar. Bahkan adegan kekerasan pun, kalau tidak dilakukan dengan benar dan baik, akan bisa meninggalkan trauma atau justru memantik trauma masa lalu kepada seorang aktor/aktris yang melakukannya," lanjut dia.

Seringkali, menurut Aastha Khanna, seorang aktor dan aktris tidak punya pilihan untuk menolak sebuah adegan atau mengutarakan rasa tidak nyamannya ketika terlibat dalam sebuah produksi. Hal ini diperparah dengan hierarki di lokasi syuting yang seringkali tidak bisa dihindari.

Tidak bisa dipungkiri bahwa di lokasi syuting, dinamika orang-orang yang terlibat bergantung pada hierarki kekuasaan. Siapa yang lebih populer atau senior dari yang lain, punya suara yang akan lebih didengar dibandingkan aktor dan aktris pendatang baru misalnya. Di sinilah peran Aastha Khanna sebagai intimacy coordinator menjadi penting.

"Aku harus memastikan bahwa para aktor/aktris nyaman dengan bertanya apakah mereka sedang dalam kondisi yang baik? Bagaimana perasaan mereka untuk melakukan adegan intim hari ini?" ungkapnya.

(aay/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT