Serial The Peripheral Tamat, Diganjar Rating Memuaskan

ADVERTISEMENT

Serial The Peripheral Tamat, Diganjar Rating Memuaskan

Diah Retno Andani - detikHot
Kamis, 08 Des 2022 20:42 WIB
The Peripheral (2022) jadi salah satu sajian Amazon Prime Videos yang menampilkan kisah futuristik.
Foto: dok. Amazon Prime
Jakarta -

Serial The Peripheral mulai tayang 21 Oktober dan menutup season pertama pada 2 Desember 2022. Musim perdana serial yang diadaptasi dari novel William Gibson ini mendapatkan rating memuaskan. Di Rotten Tomatoes, The Peripheral diberi skor 77% di angka tomatometer.

Serial The Peripheral merupakan produksi original Amazon Prime Video. Menceritakan tentang seorang wanita yang menemukan hubungan rahasia dengan realitas alternatif serta masa depan kelamnya sendiri. Serial bergenre thriller sci-fi ini menyajikan sebuah kisah rumit.

Karakter utamanya di masa kini berpindah ke masa depan yang membuat latar waktu di serial ini terbagi menjadi dua realitas: Amerika Serikat di tahun 2030-an dan London di tahun 2090-an. The Peripheral banyak mengeksplorasi bagaimana teknologi diperkuat sebagai senjata perang, kekejaman, koneksi, dan mungkin juga keselamatan manusia di masa depan.

Cerita dimulai ketika saudara laki-laki Flynne (Chloƫ Grace Moretz), Burton (Jack Reynor) membawa pulang sebuah game VR terbaru. Keduanya selama ini memang hidup dari uang hasil mencoba game-game masa kini. Saat mencoba headset VR terbaru itu, Flynne merasa memasuki dunia game yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.

Ada banyak efek khusus dalam dunia tersebut yang anehnya membuat Flynne sebagai pemain merasakan sensasi yang persis dengan apa yang terjadi dalam game. Tak hanya itu, dunia di dalam game disebutnya asyik, cepat, dan ini menarik. Sehingga mau tak mau penonton pun diajak tersedot ke dalam kisah penuh aksi, robot, dan mata-mata.

The Peripheral menawarkan banyak hal menarik tapi yang ingin digarisbawahi adalah bahaya yang bisa saja muncul ketika seseorang mencoba untuk menggali dan mengubah kehidupan masa lalunya lewat teknologi. Dunia di The Peripheral juga dinilai sangat brilian. Tentu saja hal ini tak lepas dari campur tangan orang-orang berbakat yang berada di balik layar, seperti penulis skenario Scott B. Smith dan produser eksekutif Jonathan Nolan dan Lisa Joy dari Westworld.

Meski diganjar rating tinggi, ada juga beberapa ulasan yang menilai The Peripheral menampilkan cerita yang terlalu umum. Collider menulis, The Peripheral tak ubahnya seperti genre fiksi ilmiah lainnya seperti Ready Player One misalnya. Selain itu, di episode-episode selanjutnya ada banyak adegan yang mirip The Matrix, lengkap dengan Flynne yang mengenakan pakaian kulit hitam dan menemukan dirinya dalam romansa yang tidak terduga.

Mungkin hal ini bisa jadi hanya sekadar easter egg semata. Di luar itu, detail futuristik dari The Peripheral tetap bisa dinikmati dengan baik. Selain itu latar belakang masing-masing karakter juga sangat kuat dan menakjubkan.

The Peripheral tayang sebanyak 8 episode dengan durasi per episode sekitar satu jam.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT