Nestapa Membara Rhaenyra Targaryen ke Puncak Amarah di Akhir House of the Dragon

ADVERTISEMENT

Nestapa Membara Rhaenyra Targaryen ke Puncak Amarah di Akhir House of the Dragon

Tim detikcom - detikHot
Minggu, 30 Okt 2022 15:04 WIB
House of the Dragon episode 10.
Foto: dok. HBO GO
Jakarta -

Awas Spoiler!

Game of Thrones dikenal sebagai serial yang tak tanggung-tanggung dalam urusan mematikan karakter, House of the Dragon juga demikian. Sepanjang musim pertama House of the Dragon, beberapa adegan kematian yang ditampilkan di layar diikuti dengan perasaan duka dan nestapa yang teramat sangat.

Ketika Lady Laena Velaryon meninggal dunia setelah gagal melahirkan anaknya, dia memerintah Vhagar untuk menghanguskan jasadnya. Vhagar enggan melakukan itu karena ada hubungan yang kuat antara naga dan penunggangnya. Namun dalam kenestapaan yang Laena dengan rasa sakit karena gagal melahirkan itu bisa dirasakan Vhagar sehingga dia pun membakar Laena hidup-hidup atas perintahnya.

Kegagalan dalam melahirkan anak bukan pertama kali terjadi di serial ini. Sejak episode awal, istri Viserys juga meninggal dunia setelah melahirkan putra pertama mereka. Tidak lama setelah itu, sang putra yang harusnya menjadi penerus takhta juga meninggal dunia.

Di episode 10, adegan ngilu memilukan ditampilkan oleh Rhaenyra. Ketika Rhaenys datang mengabarkan bahwa Viserys sudah meninggal dunia, Rhaenyra mendadak merasakan kontraksi pada kandungannya. Kehamilan Rhaenyra belum saatnya untuk memasuki masa persalinan tetapi tekanan dan kabar buruk yang dia dengar (ditambah Aegon yang naik takhta) terlalu berat buat dia tanggung sehingga dia terpaksa melahirkan lebih awal.

Rhaenyra tidak berhasil menyelamatkan anak keenamnya. Rhaenyra dalam kondisi duka harus menjalankan tugasnya sebagai Putri dan menghadapi ancaman yang datang dari keluarga Hightower. Ketika dia akhirnya dinobatkan sebagai Ratu dan siap menjalankan rencana terbaiknya, duka lain menghampiri Rhaenyra.

Lucerys yang ditugaskan bertemu dengan pemimpin House of Baratheon mati terjatuh dari Arrax, naga yang ditungganginya, setelah Aemond dan Vhagar menyerang. Aemond kehilangan kontrol pada Vhagar selama beberapa saat Arrax menyemburkan api amarah ke naga raksasa itu. Vhagar mengamuk dan membunuh Arrax. Lucerys kemudian terjatuh dari ketinggian dan tidak ada yang bisa menyelamatkannya.

Ketika Daemon mengabarkan Rhaenyra soal ini, ekspresi Rhaenyra berubah marah. Dendamnya pada Alicent jauh lebih membuncah dari sebelumnya, bahkan setelah dia menerima secarik kertas yang dititipkan kepada Otto.

Rasa cinta Rhaenyra pada anak-anaknya teramat besar. Kita bisa melihat hubungan yang hangat itu sejak beberapa episode terakhir. Episode 10 khususnya dimulai dengan kedekatan antara Rhaenyra dan Lucerys yang masih ragu-ragu dalam memimpin Driftmark. Amarah Rhaenyra dipicu karena rasa cinta dan juga duka mendalam atas kehilangan dua anaknya di waktu berdekatan. Hal ini membuat kita semakin penasaran dengan apa yang akan dia lakukan untuk membalas Keluarga Hightower di season 2.



Simak Video "'House of the Dragon' Season 2 Siap Melangkah dengan Konflik Lebih Luas"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT