Philharmonia, Gelapnya Misteri di Balik Lembutnya Orkestra Klasik

Khoirul Anam - detikHot
Sabtu, 25 Sep 2021 20:54 WIB
Philharmonia
Foto: Mola TV
Jakarta -

Orkestra sering dianggap sebagai sesuatu yang tua, berdebu, dan sama sekali tak memikat hati. Dengan kata lain, membosankan. Namun, anggapan itu dimentahkan tegas-tegas oleh Philharmonia. Dalam serial ini, penonton bakal menyaksikan orkestra yang penuh ambisi, pergulatan batin, hingga berbagai misteri. Dengan kata lain, sama sekali tak ada kata jenuh dalam kisah Philharmonia.

Philharmonia merupakan nama dari kelompok orkestra simfoni atau orkestra dengan jumlah lebih dari seratus personel. Mengambil latar tempat di Paris, Philharmonia mengikuti kisah Helene Barizet (diperankan Marie-Sophie Ferdane) konduktor baru bagi kelompok orkestra itu.

Sebagai pendatang, tentu tak mudah bagi Sang Konduktor mendapat tempat di hati para personelnya. Meski cukup berbakat dan memiliki reputasi genial, kepribadian Barizet yang dingin, idealis, dan misterius membuatnya sulit diterima anggota orkestra, kecuali bagi Selena Riviere (Lina El Arabi).

PhilharmoniaPhilharmonia Foto: Mola TV

Riviere hanya pemain biola muda yang tak terlampau menonjol dan berada di baris ketiga. Tetapi, Barizet melihat bakat luar biasa yang terpendam dalam perempuan muda itu. Rivere pun akhirnya ditunjuk untuk menggantikan pemain biola senior di baris pertama.

Sejak kemunculan dan keputusannya memilih pemain muda di barisan depan, Sang Konduktor betul-betul membuat penonton antipati. Sebaliknya, Sang Pemain Biola Muda berhasil mengundang simpati penonton.

Bermula dari kontroversial Barizet inilah, satu demi satu misteri terungkap dalam serial produksi Merlin Production ini. Penonton pun dibuat betah menyaksikan setiap episode Philharmonia untuk mengungkap lapis demi lapis fakta di dalamnya.

Apalagi Marie-Sophie Ferdane memang tampak berhasil memerankan karakter Barizet yang dingin dan cerdas. Sementara kepolosan Rivere juga sukses dimainkan oleh Lina El Arabi.

PhilharmoniaPhilharmonia Foto: Mola TV

Langkah Louis Choquette selaku sutradara sungguh tak main-main dalam Philharmonia. Pasalnya, tiga episode pertama dibuka dengan kematian. Sebuah upaya yang tepat dalam membawa rasa penasaran penonton agar tetap duduk tenang dan mengikuti kisah Barizet.

Perkara-perkara yang dialami para tokoh pun bervariasi. Mereka tercampakkan, salah langkah, dan permasalahan asmara.

Namun Marie Gacem, sang penulis naskah, punya ide lebih segar, yaitu menyajikan kehidupan para pelaku orkestra sebagai latar belakang kisah sehingga Philharmonia terasa otentik.

PhilharmoniaPhilharmonia Foto: Mola TV

Selain menyajikan cerita yang menarik, penonton juga bisa mengenal instrumen ceria milik Mozart, Beethoven, hingga Also sprach Zarathustra yang agung milik komposer Richard Strauss.

Di samping memahami kecintaan Eropa, khususnya Prancis, terhadap musik klasik, dari serial ini penonton belajar agar tak mudah menaruh kepercayaan kepada orang lain.

Serial berbahasa Prancis ini sudah tayang secara eksklusif di Mola. Simak kisah menegangkan dan alunan lembut musik klasik dalam Philharmonia di sini.

(mul/ega)