detikHot

tv-news

'Mindhunter Season 2': 9 Jam Terbaik dari Netflix

Selasa, 20 Agu 2019 09:10 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: (imdb) Foto: (imdb)
Jakarta -

Apakah Anda seorang penggemar David Fincher? Karena saya adalah penggemar berat David Fincher. Semua filmnya menurut saya adalah sebuah hadiah buat penggemar film seperti saya.

Namanya mungkin tidak seterkenal rekan-rekan pembuat film lain yang dicintai para pecinta film seperti Quentin Tarantino, Christopher Nolan atau bahkan Guy Ritchie. Tapi David Fincher selama hampir tiga dekade telah memberikan saya sebuah daftar film yang tidak main-main.

'Seven', 'The Game', 'Fight Club', 'Panic Room', 'Zodiac', 'The Curious Case of Benjamin Button', 'The Social Network', 'The Girl With The Dragon Tattoo' (versi Rooney Mara dan Daniel Craig, bukan versi Claire Foy) dan filmnya yang paling terakhir, 'Gone Girl'. David Fincher tidak pernah bermain-main. Karya-karyanya meninggalkan kesan yang mendalam.

Ketika Netflix mengumumkan bahwa mereka akan memproduksi serial misteri berdasarkan investigasi asli yang dilakukan oleh John Douglas (bukunya, Mindhunter: Inside the FBI'S Elite Serial Crime Unit oleh John Douglas dan Mark Olshaker) dan mereka membawa David Fincher sebagai salah satu sutradaranya, saya tahu bahwa serial ini akan menjadi tontonan yang sangat rewarding. Dan memang ternyata itulah yang terjadi.

'Mindhunter Season 2': 9 Jam Terbaik dari NetflixFoto: (imdb)


Season pertama Mindhunter dirilis dua tahun lalu dan langsung menjadi salah satu serial favorit saya. Ceritanya sangat sederhana.

Dua agen FBI, Holden Ford (Jonathan Groff)) dan Bill Tench (Holt McCallany) bersama dengan Wendy Carr (Anna Torv) yang merupakan satu-satunya akademisi bergabung dalam sebuah unit FBI yang diberi nama Behavioral Science Unit. Tugas mereka adalah meneliti tentang kenapa para psikopat melakukan kekejian yang mereka lakukan?

Kisah 'Mindhunter' mengambil setting di akhir 70-an. Ketika banyak sekali kejadian-kejadian kriminal yang yang kekejiannya tidak bisa Anda bayangkan banyak terjadi. FBI, atas ide Holden Ford, berusaha mencari cara bagaimana di masa yang akan datang mereka dapat mencegah tindakan-tindakan kriminal ini terjadi.


Bagaimana caranya? Ternyata caranya adalah dengan mewawancarai secara mendalam para kriminal yang telah melakukan pembunuhan-pembunuhan menyeramkan tersebut.

Itulah yang dipersembahkan Mindhunter di season pertamanya. Bagaimana orang-orang ini mewawancarai para pembunuh keji dengan detail tentang metode mereka melakukan tindak kriminal mereka (bagaimana caranya, kapan, apa saja alat yang digunakan) untuk menganalisa kenapa mereka melakukan hal-hal tersebut. Dalam sepuluh episode,

Mindhunter berhasil membuat saya ngeri lebih dari kebanyakan serial misteri yang ada di televisi. Padahal serial ini sama sekali tidak memberikan visual adegan pembunuhan tersebut.

Kita hanya mendengarkan para pembunuh ini bercerita. Fakta bahwa para pembunuh ini adalah pembunuh betulan yang ada di dunia nyata dan kebanyakan interview yang digambarkan oleh Mindhunter didasarkan oleh interview yang asli membuat serial ini menjadi lebih ngeri.

'Mindhunter Season 2': 9 Jam Terbaik dari NetflixFoto: (imdb)


Dan saya mengerti kenapa tidak banyak orang bisa betah menonton Mindhunter karena ia sangat spesifik. Orang mungkin tidak akan bersabar. Apalagi karena kreator Joe Penhall tidak berburu-buru dalam bercerita. Pacingnya mirip 'Zodiac' yang agak sedikit membutuhkan kesabaran. Tapi jika Anda bersabar, maka Anda akan diganjar dengan storytelling yang sungguh menawan.

Hampir dua tahun kemudian, Netflix akhirnya merilis season kedua Mindhunter. Dan sungguh, ini adalah season terbaik Mindhunter sejauh ini. Seakan-akan season pertamanya hanya pemanasan, season kedua Mindhunter membuat saya terhipnotis. Sembilan jam berlalu begitu saja tanpa ada peringatan. Dan ketika saya sampai di akhir, saya tidak sabar untuk menanti lanjutannya.


Dalam season keduanya, Mindhunter menceritakan tentang bagaimana Holden dan Bill menggunakan ilmu mereka untuk menangkap pembunuh anak-anak di Atlanta. Jadi pada tahun 1980-1981, ada pembunuh anak-anak berkeliaran di Atlanta yang mengincar bocah-bocah berkulit hitam. Pada awalnya pemerintah setempat tidak menginginkan bantuan FBI tapi ketika korban mencapai belasan, mereka tahu bahwa mereka membutuhkan bantuan.

Urgensi inilah yang membuat Mindhunter season kedua menjadi lebih menegangkan. Jika season pertamanya kita hanya melihat para tokoh utamanya belajar untuk mendapatkan informasi-informasi dari para psikopat, season keduanya adalah gambaran bagaimana karakter-karakter ini menggunakan ilmu mereka untuk menangkap pembunuh betulan.

Dan sungguh, melihat mereka berusaha menangkap pembunuh anak-anak yang sangat cerdas ini akan membuat Anda merinding kengerian sekaligus geregetan.

Ada begitu banyak serial misteri di televisi atau streaming service lain yang jauh lebih gore atau sadis daripada Mindhunter tapi ada satu hal yang mungkin bisa jadi poin tambahan Mindhunter.

'Mindhunter Season 2': 9 Jam Terbaik dari NetflixFoto: (imdb)


Bagaimana pembuat serial ini menggambarkan pengaruh pekerjaan mereka terhadap kehidupan personal mereka. Dengan pekerjaan yang sangat gelap, apa yang terjadi jika mereka terlalu stres bekerja? Jika di season pertamanya kita melihat Joe Penhall fokus terhadap kehidupan pribadi Holden, maka season keduanya ini kehidupan personal Bill dan Wendy mendapatkan spotlight.

Dengan sembilan episode dan tiga sutradara (David Fincher di tiga episode pertama, Andrew Dominik di dua episode tengah dan Carl Franklin di empat episode terakhir), Mindhunter mempersembahkan season terkuat mereka dengan presentasi yang luar biasa.

Visualnya sangat khas David Fincher yang gelap dan stylish. Pacing editingnya jauh lebih seru dari season pertamanya. Soundtracknya sangat spesifik dan keren. Dan music score dari Jason Hill akan membuat Anda bergidik ngeri karena dia tidak seperti music score kebanyakan yang ngejreng, ia justru tampil minimalis tapi efektif. Seperti pembunuh berkeliaran yang mengintai mangsanya.

Dengan penampilan yang sangat powerful dari Jonathan Groff, Holt McCallany dan Anna Torv, Mindhunter adalah tontonan wajib bagi Anda pecinta misteri. Jika Anda mencintai bagaimana orang-orang yang berdedikasi melakukan pekerjaannya, ini adalah tontonan untuk Anda. Dan ternyata menyaksikan dan mendengar bagaimana para pembunuh keji ini melakukan hobi mereka membunuh dengan sangat berdedikasi ternyata menjadi pengalaman menonton yang tak terlupakan.

Mindhunter dapat disaksikan di Netflix.





Simak Video "Kominfo Peringati Netflix untuk Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik "
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com