Sinetron Keagamaan Menakutkan Anak-anak
Senin, 27 Jun 2005 14:06 WIB
Jakarta - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meminta stasiun tv nasional untuk lebih berhati-hati dalam menyiarkan sinetron bernuansa keagamaan. Dalam siaran pers yang diterima detikhot, Senin (27/6/2005), KPI mengaku telah menerima banyak keluhan. Mayoritas keluhan yaitu seputar substansi sinetron keagamaan yang justru bertentangan dengan ajaran agama. "KPI menghargai kecenderungan baru untuk membawa agama ke dalam sinetron. Namun demikian, penonjolan aspek alam gaib yang berlebihan telah menyebabkan sebagian sinetron keagamaan justru menyajikan banyak adegan yang tidak pantas disajikan dalam ruang publik," ujar Ade Armando, Koordinator Pedoman Perilaku Penyiaran - Standar Program Siaran (P3-SPS) yang dikeluarkan KPI. Contoh adegan yang bertentangan dengan ajaran agama adalah adegan perkosaan dan pengguguran kandungan yang digambarkan secara terperinci dan eksplisit. Visualisasi makhluk gaib yang dinilai terlalu berlebihan juga dipermasalahkan. "Sebagian dari sinetron tersebut lazim menyajikan gambar yang menakutkan dan mengerikan serta melakukan tindakan-tindakan sadistis."Menurut Ade, yang menjadi masalah adalah sinetron tersebut ditayangkan di jam-jam keluarga menonton televisi bersama. Akibatnya, tayangan tersebut berpotensi membuat anak-anak ketakutan. "Visualisasinya menjadi sangat berlebihan. Seperti belatung keluar dari tubuh jenazah atau tangan yang menggapai-gapai dari dalam kuburan. Adegan-adegan semacam itu sangat tidak pantas ditayangkan melalui layar televisi yang dapat menjangkau jutaan penonton dari segenap lapisan umur," kata Ade. Karena itu KPI meminta agar stasiun tv kembali menaati aturan jam tayang. Untuk sinetron keagaaman yang mengandung muatan yang tidak pantas disaksikan anak-anak dan remaja, agar ditayangkan pada jam tayang dewasa, yaitu pukul 22.00-03.00 WIB. Saat ini, pemirsa tv disuguhi tak kurang dari sepuluh sinetron keagamaan. Antara lain "Rahasia Illahi", "Allah Maha Besar", "Takdir Illahi", "Astagfirullah", "Tuhan Ada Di Mana-mana", "Jalan ke Surga", "Azab Dunia" dan "Di Balik Kuasa Tuhan". (ine/)











































