Animasi buatan putra bangsa tersebut mulai digarap sejak 2012 lalu. Selama bertahun-tahun mereka bisa bertahan dengan cerita yang mudah dicerna dengan mengedepankan nilai edukasi.
Ada beberapa alasan, MD Animation mengubah judul animasi tersebut. Salah satunya setelah melakukan riset dari animasi yang sudah meledak lebih dulu seperti garapan Disney dan Pixar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adit, Sopo dan Jarwo dipilih karena dianggap nama yang lekat dengan Indonesia. Adit itu disebutnya sebagai nama yang dipakai oleh kebanyakan pria. Sementara Jarwo, dibuat memang karena memiliki karakter yang spesifik.
"Jarwo, konsepnya pembelajaran untuk hal yang buruk karena kita tak punya peran antagonis. Tapi kita pengen punya contoh hal yang salah. Setiap segmen, Jarwo, ketika melakukan kesalahan pasti ada solusi dan pembelajarannya," ungkap Beni.
Ternyata itu berjalan dengan lancar. Animasi itu menjadi pembicaraan setiap kalangan. Bahkan, kini ia menyebut bahwa Jarwo lebih populer ketimbang Adit.
"Terus Sopo itu sebagai penengah, dia ikut kemana saja. Sopo jadi penurut dan inspirasinya memang dia sebagai penengah. Dia nggak punya karakter spesifik karena kita bikin ngambang. Adit itu pengen tahu banget tentang Jarwo, karena Adit belajar banget dari banyak hal. Dia anak kecil jenius. Filosofinya, Adit Sopo Jarwo itu adalah Adit yang mencari Jarwo," kisahnya.
(nu2/nu2)











































