Heru Gundul Ungkap Pemulihan Mata Usai Tersembur Bisa Ular Kobra

Heru Gundul Ungkap Pemulihan Mata Usai Tersembur Bisa Ular Kobra

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Sabtu, 06 Jun 2026 12:02 WIB
Heru Gundul kena sembur ular kobra.
Heru Gundul Tak Bisa Buka Mata 18 Jam Usai Tersembur Bisa Ular Kobra. (Foto: Instagram @heru.gundul)
Jakarta -

Presenter program dokumenter alam liar sekaligus ahli ular, Heru Gundul, sempat viral setelah mengalami insiden saat me-rescue ular kobra. Dalam kejadian tersebut, Heru terkena semburan bisa ular kobra hingga membuat kedua matanya bengkak dan tak bisa dibuka selama berjam-jam.

"Jadi kemarin memang sempat kesembur ular kobra dan 18 jam nggak bisa buka mata. Karena pas nih di bawah kelopak mata ini kena, jadi dia bengkak dan nggak bisa melek. Makanya ditahan dulu," kata Heru Gundul saat ditemui di Studio FYP Trans 7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).

Meski terdengar mengerikan, Heru mengaku menganggap insiden tersebut sebagai risiko yang biasa dalam pekerjaannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu momen berbahaya, ya kalau orang awam bilang berbahaya. Aku bilang sih biasa saja. Karena ya kita kalau main di lapangan, main api kebakar, main air basah, main ular digigit kesembur itu biasa," ujarnya.

Heru menjelaskan setelah terkena semburan bisa, ia langsung melakukan pertolongan pertama dengan membersihkan mata menggunakan air mengalir. Namun, karena harus lebih dulu mengamankan ular tersebut agar tidak melukai orang lain, penanganan terhadap dirinya sempat terlambat.

ADVERTISEMENT

"Jadi kemarin penyembuhannya segera saya bersihkan dengan air mengalir. Kemudian karena saya telat penanganan, karena saya harus nanganin ularnya dulu daripada gigit orang. Akhirnya bisa itu numpuk di belakang kelopak mata nih ya, di bola mata bagian dalam," jelasnya.

Untuk membantu proses pemulihan, Heru menggunakan madu mata yang dicampur ramuan herbal.

"Akhirnya saya pakai madu mata. Jadi itu madu campur ramuan herbal. Dia ditetesin di sini rasanya perih banget dan dia merangsang air mata itu keluar terus. Jadi itu yang mendorong bisa itu keluar dengan sendirinya dengan air mata," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, Heru membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dibandingkan biasanya.

"Kemarin saya cukup lama, 18 jam baru bisa normal kembali. Biasanya cuma beberapa jam, 2 jam sudah normal. Kemarin sempat parah memang," ungkapnya.

Meski sempat mengalami kondisi yang cukup serius, Heru mengatakan keluarganya tidak terlalu panik karena sudah memahami risiko pekerjaannya. Keluarganya juga yakin ia bisa menangani insiden itu.

"Kalau keluarga saya, anak istri saya sudah paham ya. Dan mereka juga sudah percaya bagaimana saya pasti mampu menangani. Jadi aman sih mereka nggak panik," katanya.

Heru juga mengungkapkan pembengkakan pada matanya berlangsung selama kurang lebih 18 jam sebelum akhirnya berangsur pulih.

"18 jam. 18 jam saya nggak bisa ngelihat, habis itu saya bisa melek, walaupun masih ada bengkak-bengkak dikit, ya sudah. Setelah itu normal kembali," jelasnya.

Saat ditanya apakah insiden tersebut menjadi pengalaman terburuk yang pernah dialaminya selama menangani ular, Heru mengaku pernah mengalami kejadian yang lebih parah.

"Pernah ngalamin paling buruk lagi pernah, tapi itu mah biasa," pungkasnya.




(fbr/mau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads