Lika-liku Santet Parang Maya yang Tak Diketahui Publik

ADVERTISEMENT

Spotlight

Lika-liku Santet Parang Maya yang Tak Diketahui Publik

Tia Agnes Astuti - detikHot
Selasa, 10 Jan 2023 15:25 WIB
Achmad Benbela Luncurkan Buku Berjudul Parang Maya
Foto: Achmad Benbela, Gagasmedia/ Istimewa
Jakarta -

Kisah dalam buku horor Parang Maya yang ditulis oleh Achmad Benbela tak banyak diketahui publik. Di Tanah Kalimantan, Parang Maya kerap disebut sebagai warisan leluhur yang masih terjaga sampai sekarang.

Tapi Parang Maya bukan sekadar warisan adat istiadat. Ada banyak cerita di baliknya dan terkadang kisah mistisnya tersembunyi.

Achmad Benbela kembali menuliskan mitos tentang tanah Dayak dengan teknik 'menggantung' dalam setiap bab. Penulis buku Kuyang ini sukses meneror pembaca dengan berbagai satu per satu misterinya. Parang Maya menjadi momok menakutkan dengan berbagai karakter kompleks di dalam buku.

"Mitos Kalimantan itu menarik menurut saya, cerita-cerita dunia mistis banyak yang belum diangkat dari tanah Kalimantan. Saya ingin berbagi cerita itu kepada banyak orang dan banyak yang belum tahu detailnya seperti apa," tutur Achmad Benbela ketika diwawancarai detikcom, Selasa (10/1/2023).

Pria yang kini berprofesi sebagai jurnalis televisi itu menggambarkan berbagai cerita horor, mistis, dan budaya khas Kalimantan dengan narasi menarik. "Ada yang menganggap syirik dan menyimpang, padahal itu kan peringatan supaya menjaga keseimbangan alam, hubungan antar manusia, dengan alam, dan juga alam gaib," tuturnya.

Dalam buku horor Parang Maya, Benbela menceritakan dari dua sudut pandang karakter utama. Salah satunya dari Kusno seorang transmigran Jawa yang kepincut dengan anak kepala sekolah yang juga memiliki kemampuan menyembuhkan dari gangguan makhluk halus.

Lantaran calon mertuanya punya kemampuan tersebut, orang yang sakit itu terkena parang maya jenis ganas atau mematikan. Bahkan orang sakti itu bisa terkena gangguan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya.

"Termasuk Kusno yang mau mencari perhatian calon mertuanya itu. Dia sampai harus mencari tahu siapa pelakunya karena itu kan parang maya kuno. Nggak banyak orang yang bisa melakukannya. Orang yang dicurigai satu per satu dicurigai meninggal dunia, cerita mengalami kebuntuan," sambungnya.

Ceritanya menjadi semakin kompleks, penuh bumbu, dan intrik di dalamnya. Bahkan Benbela menambahkan berbagai ritual khas suku Dayak yang pernah didengarnya.

Misalnya saja manajah antang yang berarti 'memanggil burung elang'. Nantinya, si orang sakti akan menyiapkan sesaji dan melakukan ritual tertentu. Dia menghadap timur dan barat dan kalau direstui, nantinya burung elang akan datang lalu berputar tiga kali lalu memberikan petunjuk.

Benbela juga menyisipkan cerita parang maya pulung bisu. Artinya, orang yang terkena santet akan bisu dan tuli. Di dalamnya juga terdapat karakter hantu yang gentayangan untuk menuntut balas dendam.

Simak artikel berikutnya ya!



Simak Video "Dikenal Sering Main Film Horor, Sara Fajira Ingin Jajal Genre Lain"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT