ADVERTISEMENT

Spotlight

Alnira Bawa Karakter Perempuan Pejuang dalam Novelnya

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 08 Mar 2022 16:40 WIB
Penulis Alnira
Alnira dikenal sukses membawa karakter perempuan pejuang dalam novel-novelnya. Foto: GPU/ Istimewa
Jakarta -

Menulis sejak kelas tiga SMP dan naskahnya sempat ditolak penerbit, tak membuat Alnira berkecil hati. Penulis muda Alnira yang bukunya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) sukses menciptakan karakter perempuan yang tak biasa.

Akhir 2014, Alnira bergabung dengan salah satu platform menulis online. Dia mulai mengunggah tulisan-tulisannya ke sana. Ceritanya pun mendapat respons yang baik dari pembaca.

Pada 2015, cerita pertamanya Dilanika pun rilis. Setahun berikutnya, Alnira digandeng penerbit GPU untuk menerbitkan Dunia Nadhira. Berlanjut ke dua novel berikutnya, yang tak kalah mendapatkan respons positif dan disukai masyarakat.

Ada novel Gendut? Siapa Takut! dan Montir Hati. Tiga novelnya itu mengusung karakter perempuan yang tak biasa.

Di Hari Perempuan Internasional, Alnira menyampaikan pesan penting dari karakter-karakternya tersebut dan apa yang ingin disampaikannya.

"Pada tiga karya saya itu, saya menggambarkan tiga perempuan yang mandiri, tangguh, juga berhati lembut. Baik Nadhira pada novel Dunia Nadhira, Moza pada Gendut? Siapa Takut! maupun Meisya di Montir Hati," ungkap Alnira, dalam keterangannya yang diterima.

Menurut Alnira, pada hakikatnya perempuan dilahirkan dari seorang pejuang dan untuk menjadi pejuang.

"Tokoh-tokoh perempuan yang saya buat juga berprestasi. Jadi perempuan itu sama loh, bekerja bukan hanya karena uang tapi juga passion, dan impian," sambungnya.

Karakter Meisya dalam novel Montir Hati digambarkan sebagai sosok yang pantang menyerah meskipun masalah hidupnya begitu rumit.

Bagi Alnira, menjadi seorang penulis perempuan sudah banyak platform yang bisa didapatkan sesuai passion masing-masing.

"Apa yang mereka lakukan itu juga akhirnya memberi semangat kepada perempuan-perempuan lain untuk melakukan hal yang sama," katanya.

Dalam novel Gendut? Siapa Takut', Alnira yang mengaku tubuhnya dahulu pernah gendut sering mendapatkan bully. Padahal, ia merasa apa salahnya menjadi orang gendut.

"Perempuan sering banget tuh di-bully karena gendut, dibilang nggak akan ada yang mau lah, susah cari kerja lah, dan lain-lain," sambung Alnira.

"Dari pengalaman ini saya akhirnya terinspirasi untuk menulis kisah Moza, gendut, tapi mandiri, berprestasi juga sebagai penulis bestseller. Punya hati yang baik dan ada kok yang mau sama dia," pungkasnya.



Simak Video "Google Rayakan Hari Perempuan Internasional 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT