ADVERTISEMENT

Spotlight

Para Perempuan Hebat di Industri Buku

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 08 Mar 2022 15:27 WIB
Business woman standing in front of a blackboard with a financial chart
Ilustrasi perempuan di Hari Perempuan Internasional. Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Jakarta -

Hari Perempuan Internasional dirayakan dengan berbagai cara. Ada yang mengabadikan diri dalam momen terbaik tersebut, namun ada juga perempuan yang melakukan aktivitas bersama keluarganya.

Menelisik ke belakang, setiap tanggal 8 Maret dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional. Pertama kali dirayakan pada 28 Februari 1909 di New York, momen ini diselenggarakan oleh Partai Sosialis Amerika.

Tahun ini, Hari Perempuan Internasional mengusung tema #BreakTheBias untuk merayakan berbagai pencapaian perempuan di seluruh dunia. Baik di bidang sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

Kampanye dengan hastag #BreakTheBias mengajak para perempuan untuk memiliki kesadaran terhadap bias yang selama ini menempel pada perempuan. Serta berupaya untuk mematahkannya.

Di industri buku, ada banyak penulis perempuan yang eksis dan berkarier dengan beragam karya. Di antaranya karakter perempuan yang melampaui batas juga kerap disematkan dalam buku-bukunya.

Kali ini, spotlight culture detikcom bakal membahas mengenai penulis perempuan di jagat industri buku Tanah Air. Ada siapa sajakah mereka?

Ada novelis Laksmi Pamuntjak yang meluncurkan novel Kitab Kawin pada Maret 2021. Kitab Kawin bukan sekadar kumpulan cerpen yang memuat 11 cerita dari berbagai perspektif perempuan berbagai latar belakang, profesi, usia, dan kepribadian.

Laksmi Pamuntjak menggambarkan perempuan apa adanya, yang kadang ragu dan manipulatif. Tapi juga perempuan berani dan tidak cengeng.

Riyana Rizki asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, membuat cerita tentang isu dunia perempuan disertai mitos dari setiap daerah. Ia membuat kisah Putri Mandalika namun kini dengan versinya sendiri.

Puty Puar yang juga seorang ibu baru saja meluncurkan buku Empowered ME (Mother Empowers) bulan ini. Bahasan tentang ketidaksempurnaan dan kerap membandingkan diri sendiri dengan ibu lainnya, menjadi salah satu hal yang dibahas.

Tak hanya itu saja, pendiri Buibu Baca Buku Book Club itu membuka ruang bagi perempuan yang sudah menjadi ibu-ibu tentang keresahan yang mereka alami.

Jauh sebelum mereka, ada juga Nurhayati Sri Hardinia Siti Nukatin atau akrab disapa Nh Dini. Dari novel-novelnya, berbagai karakter kuat perempuan Indonesia berhasil diterbitkannya yang mengkritik kondisi sosial serta patriarki dalam hidup.

Baca artikel berikutnya ya!



Simak Video "Google Rayakan Hari Perempuan Internasional 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT