ADVERTISEMENT

Spotlight

Kenalan dengan Novelis di Balik 'Dear Nathan'

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 11 Jan 2022 14:01 WIB
Erisca Febriani
Novelis di balik serial novel Dear Nathan, Erisca Febriani. Foto: Pribadi/ Istimewa
Jakarta -

Indonesia punya Rangga dan Cinta yang melekat pada sosok Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra pada awal 2002. Tapi generasi muda masa sekarang, juga punya Nathan dan Salma yang tak kalah populer.

Nathan dan Salma sukses jadi pasangan idola remaja yang hadir pada 2016 dan masih digilai sampai tahun ini. Dua karakter ini bukan sepasang kekasih yang menye dan tanpa karakter kuat, namun Erisca Febriani membuat mereka menjadi sosok karakter kuat.

Dimulai dari novel Dear Nathan yang terbit perdana melalui platform Wattpad dan dibaca lebih dari 14 juta kali, karyanya resmi rilis pada Maret 2016. Sebulan pertama terbit, Dear Nathan langsung laku 30 ribu eksemplar.

Novel berikutnya Halo Salma juga laku 25 ribu eksemplar, disusul dengan Thank You Salma sebagai penutup novel trilogi sebanyak 10 ribu eksemplar.

Nama Erisca Febriani semakin diperhitungkan di industri buku Tanah Air. Dia menjadi salah satu penulis muda yang bersinar dan karyanya sukses diadaptasi ke layar lebar.

Kali ini, spotlight culture detikcom bakal membahas proses kreatif di balik Dear Nathan dan seluk beluk penulisan novelis asal Lampung tersebut.

Erisca FebrianiErisca Febriani Foto: Pribadi/ Istimewa

Dalam percakapan virtual, Erisca Febriani menceritakan proses di balik novel trilogi Dear Nathan yang menurutnya adalah karya paling berkesan. "Novel ini mengubah hidup aku, dulu aku yang anak rumahan kini dikenal orang banyak," ungkapnya kepada detikcom.

Perempuan yang akrab disapa Eris mengatakan awal menulis Dear Nathan di akhir tahunnya ketika duduk di bangku SMA. Saban hari, dia kerap menulis cerita Dear Nathan di laptop, tapi sayangnya orang tuanya sempat menyitanya karena dianggap menganggu pelajaran.

"Tapi memang hobi aku banget nulis, aku tetap menulis di kertas. Orang tua kasihan, akhirnya laptop dibalikin. Laptopku itu juga karena sering dipakai, hampir rusak. Kalau dipikir-pikir nulis Dear Nathan ini perjuangan banget ya," tuturnya.

"Karena semangat tinggi untuk menyelesaikan novel Dear Nathan, dan mau punya kenang-kenangan saat kuliah nanti. Aku jadinya semangat untuk menyelesaikan naskah," sambung Erisca yang kini mengenyam pendidikan Strata 2 di Institut Pertanian Bogor (ITB).

Perjuangan Erisca menyelesaikan novel Dear Nathan tak semanis gulali. Dia masih harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai impiannya.

(Baca halaman berikutnya soal perjuangan Erisca Febriani)



Simak Video "Cerita Ardhito Pramono Main Film 'Dear Nathan' Diajak Jefri Nichol"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT