ADVERTISEMENT

Spotlight

23 Racikan Ajaib Lala Bohang

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 02 Nov 2021 14:45 WIB
Lala Bohang Bersama Buku Waking Up for the First Time
Lala Bohang menerbitkan buku Waking Up for the First Time yang diterbitkan penerbit Simpul Grup Foto: Courtesy Lala Bohang
Jakarta -

Ibarat seorang chef di rumah masak, Lala Bohang mampu meracik berbagai bumbu menjadi hidangan yang lezat (buku). Padahal masakan itu dibuat di tengah situasi yang sedang tak baik (pandemi COVID-19) maupun kondisi gundah gulana.

Perumpamaan itulah yang terasa tepat dianalogikan untuk buku terbaru Lala Bohang yang berjudul Waking Up for the First Time yang diterbitkan oleh penerbit Simpul Grup.

Buku kesembilan yang dirilis sepanjang karier kepenulisan lulusan Arsitektur Universitas Parahyangan itu menjadi angin penyegar di tengah industri buku yang terdampak akibat pandemi.

Lala Bohang menghadirkan buku dengan sampul berwarna oranye nyentrik dan keputusan ini berbeda dari kebiasaan di buku-buku sebelumnya. Ilustrasi di dalamnya pun tampak lebih absurd, tak berbentuk obyek namun secara harfiah itulah yang dirasakannya ketika pandemi.

Kali ini, spotlight culture detikcom bakal mengenai proses kreatif di balik penggarapan Waking Up for the First Time dan seluk-beluknya.

Waking Up for the First Time berisi 23 cerita pendek yang mengajak pembaca untuk 'bangun', menyadari, dan berusaha mengatur diri sambil menjalani kehidupan dengan baik. Di cerita pertama, ada seorang anak perempuan yang kemasukan serangga dan senang karena kedua orang tuanya bersama mencari cara untuk mengeluarkan serangga tersebut.

Lala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First TimeLala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First Time Foto: Simpul Grup/ Istimewa

Di cerita keempat ada kenangan seorang arsitek yang kerap kehilangan banyak berharga. Di cerita lainnya Ten Thousands Steps a Day Keep Everyone Away, si penulis mengisahkan orang-orang yang bertahan saat pandemi melalui 10.000 langkah sehari. Bagaimana cerita-cerita itu hadir?

"Gagasan itu sebenarnya sudah berlapis-lapis sih, kalau disederhanakan kita itu sering bingung sebagai manusia, sering banyak penyesalan, dan kekusutan diri kita mempengaruhi cara menghadapi hidup. Itu semua karena kurangnya pengetahuan tentang diri sendiri versi organik," ungkap Lala Bohang saat berbincang dengan detikcom via Zoom, Senin (1/11/2021).

Karakter-karakter yang ditulis Lala Bohang seperti kepingan puzzle. Mereka saling bertautan di ruang-ruang terdekat dan bisa saja karakter itu muncul dalam cerita-cerita lainnya.

"Bisa saja di buku ini cuma ada empat karakter yang sebenarnya ada dengan cara yang tidak linier. Mungkin ada nenek buyut, nenek, ibu, dan lain-lain. Di 23 kisah itu berkelindan, ada sebab-akibat," lanjutnya.

Baca halaman berikutnya soal buku terbaru Lala Bohang.

Dalam buku Waking Up for the First Time, Lala Bohang memberikan kata kunci kepada para pembacanya untuk melakukan 'tracing back' kepada diri sendiri.

"Kayak semua orang itu ada sumbernya kenapa bisa begini, kenapa berpikir seperti ini, semuanya ada perangkat keras dan lunak di dalam diri setiap manusia," kata Lala Bohang.

Sama halnya dengan setiap karakter di dalam buku terbarunya tersebut. Banyak karakter dunia dan cerita tak biasa yang hadir ke dalam 23 cerpennya.

"Setelah selesai nulis, padahal nggak juga bisa disebut cerpen ya," ucap Lala sembari tertawa.

Lala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First TimeLala Bohang Luncurkan Buku Terbaru Waking Up for the First Time Foto: Tia Agnes/ detikHOT

Buku setebal 180 halaman ini juga ditemani oleh kehadiran ilustrasi goresan tangan langsung yang dibuatnya. Tak hanya sebagai pemanis, namun juga pelengkap visual cerita bagi cerita-ceritanya.

Dalam menggarap Waking Up for the First Time, Lala Bohang menuliskannya selama hampir setahun. Dari ide dan judul tersebut, ia meramu 23 cerita pendek dalam bahasa Inggris.

"Ternyata yang mau gue tulis itu bagaimana sih bangun sebagai diri kita sendiri," tukasnya.

Simak artikel berikutnya.



Simak Video "Perkara dengan Jedar, Keberadaan Steffanus Dirahasiakan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT