Spotlight

Cerita Tom Holland Berakting di Film The Devil All The Time

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 27 Sep 2020 09:30 WIB
The Devil All The Time
Tom Holland di film The Devil All The Time Foto: The Devil All The Time (Netflix)
Jakarta -

The Devil All The Time membawa penampilan baru bagi Tom Holland. Imagenya sebagai superhero Spider-Man bergeser lewat penampilannya dalam film tersebut.

The Devil All the Time merupakan kisah thriller psikologis yang kisahnya didasarkan dari novel berjudul sama karya Donald Ray Pollock. Film ini menceritakan tokohnya yang bernama Arvin, di mana ia dikelilingi oleh perilaku jahat yang ada di sekitarnya dan mengancam keluarganya.

Film ini menjadi sebuah proyek yang berbeda dari film yang sebelumnya diperankan Tom Holland. Ia tenggelam dalam kisahnya yang suram dan karakternya yang rumit dan masa lalunya yang tak menyenangkan.

Diungkapkan Tom Holland, ia punya alasan khusus mengapa dirinya menerima peran di film besutan Antonio Campos ini.

"Sebagai seorang aktor, aku selalu mencari tantangan. Dan hal yang paling menarik bagiku untuk menerima peran ini adalah karena ia mendorong sisi diriku keluar dari peran yang selama ini belum aku jalani," ungkap Tom Holland dalam pernyataan di balik produksi film The Devil All The Time yang diterima detikcom.

Penampilannya tak ramah atau seriang Peter Parker. Berperan sebagai tokohnya yang bernama Arvin Russell, Tom Holland mengatakan bahwa karakter ini memaksanya untuk seperti masuk ke dunia lain.

"Arvin adalah orang yang agresif dan pemarah sekaligus perhatian dan penyayang. Ia adalah sosok yang belum pernah aku tampilkan bahkan aku tak memiliki pengalaman hidup seperti dirinya," imbuh Holland.

The Devil All the TimeThe Devil All the Time Foto: Dok. Netflix

Sebagai tokoh tersebut, sosok Arvin diceritakan tumbuh di sekitar sosok-sosok yang moralnya dipertanyakan seperti seorang pendeta bernama Pendeta Teagardin (Robert Pattinson), pasangan pembunuh berantai Sandy (Riley Keough) dan Carl (Jason Clarke), dan Sheriff Lee Bodecker seorang polisi korup yang diperankan Sebastian Stan.

Kisah yang berlatar di kehidupan Amerika tahun 1960-an ini mengharuskan Tom Holland juga menyesuaikan diri meninggalkan logat Inggrisnya seperti yang ia lakukan pada Spider-Man. Tapi yang bikin makin menantang, dirinya harus menyesuaikan dengan logat Amerika bagian barat yang khas.

"Bersama pelatih dialek, aku banyak mendengarkan siaran radio tahun 1960-an. Ini membantuku agar dapat berbicara dengan logat yang pas dengan tone rendah sekaligus lebih rendah," tutur Tom.

Bekerja sama dengan Antonio Campos, sang sutradara, diungkapkan aktor 24 tahun ini menyenangkan. Sutradara yang dikenal lewat karya film lainnya seperti Afterschool (2008) juga Christine (2016) yang berkisah tentang seorang reporter yang melakukan bunuh diri lewat siaran televisi ini disebut Holland kooperatif.

"Dia selalu mampu memberi alasan di balik tiap adegan yang harus kita lakukan. Dia juga terbuka dengan ide-ide baru," tukas Holland.

The Devil All The Time dapat disaksikan di Netflix.



Simak Video "Netflix Raih Pelanggan Baru, Namun Masih Kurang 'Menggigit'"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/tia)