Spotlight

Lebih Dekat dengan Fajar Bustomi, Sutradara Trilogi Dilan

Devy Octafiani - detikHot
Minggu, 13 Sep 2020 11:40 WIB
Fajar Bustomi
Foto: Fajar Bustomi (Instagram Fajar Bustomi)
Jakarta -

Dari banyaknya deretan film bertema remaja, Dilan menjadi salah satu yang mencuri perhatian. Film yang diadaptasi dari novel berjudul sama itu menjadi salah satu film remaja tersukses di perfilman nasional.

Dari novelnya yang ditulis oleh Pidi Baiq, Fajar Bustomi mengangkat kisah Dilan dan percintaan remajanya ke layar lebar. Dilan diungkapkan sutradara 38 tahun itu sebagai film yang berhasil ia sutradarai berbekal doa berpadu keinginan yang kuat.

"Saya orang yang percaya kerja keras tanpa doa itu kurang sempurna," ungkapnya saat berbincang lewat sambungan telepon belum lama ini.

Fajar Bustomi mengaku dirinya sudah menyukai kisah Dilan sejak ia selesai membaca novelnya. Sutradara berdarah Padang ini meyakini, Dilan bukan novel remaja biasa.

Kisah tentang remaja bernama Dilan yang punya hal-hal sederhana dalam mengungkapkan kasih sayangnya kepada Milea itu diyakini Fajar Bustomi akan luar biasa bila diangkat ke film.

"Dilan itu banyak mengajarkan kesederhanaan. Dalam film Dilan itu kan pesannya, menghormati wanita dengan kesederhanaan, dia nggak neko-neko, dia menghormati wanita dan orang yang lebih tua," urai Fajar Bustomi menguraikan alasannya mengapa Dilan layak diangkat ke film.

Namun butuh jalan yang berliku bagi Fajar Bustomi sampai dapat dipercaya menyutradarai film tersebut. Seperti kebanyakan sutradara lain, Fajar Bustomi sempat merasakan berpindah-pindah rumah produksi.

Foto behind the scene film 'Dilan 1991'.Foto behind the scene film 'Dilan 1991'. Foto: Dok. Max Pictures

Dirinya sempat ditawari kontrak sebanyak 4 sampai 5 film di beberapa PH. Namun, sering Fajar menolaknya. Kenapa?

"Saya khawatir kalau diberi tanggung jawab yang cukup panjang. Makanya, saya selalu bilang kalau mau kerja sama, bisa kasih saya nyutradarain film Dilan, karena lumayan novelnya kan ada tiga," ungkapnya.

Namun hak cipta Dilan ternyata untuk film sudah dipegang oleh rumah produksi lain

Singkat cerita, Fajar Bustomi akhirnya berlabuh untuk bergabung dengan rumah produksi yang dikenal membuat film-film seperti My Stupid Boss, Comic 8 hingga Warkop DKI Reborn di Falcon Pictures.

Sang sutradara mengenang, dirinya terlibat pertama kali bersama PH ini menggarap sebuah film Surat Kecil untuk Tuhan. Drama tersebut mengangkat kisah tentang anak jalanan yang dibintangi Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim.

Meski begitu, Dilan masih ada di benak Fajar. Dan lucunya, tawaran untuk menyutradarai Dilan itu akhirnya datang meski dirinya tak lagi menginginkannya.

"Waktu itu lagi jalan syuting Surat Kecil untuk Tuhan. Kemudian (ada kabar) sutradara Dilan nggak jadi, saya kemudian ditawarin jadi sutradaranya. Lucunya, saya dapet sutradarai Dilan padahal saya nggak minta saat itu," kenang Fajar Bustomi seraya tertawa.

Hidup seperti memberikan takdir yang tak disangka-sangka bagi Fajar. Fajar Bustomi meyakini, semua karena doa selain kerja keras yang ia usahakan.

"Kerja keras dengan doa jadi lebih sempurna. Contohnya Dilan, itu kan film yang sederhana sekali. Tapi bisa 6 juta orang jatuh cinta sama film itu luar biasa. Itu saya aja nggak nyangka," ungkap Fajar Bustomi.



Simak Video "Adhisty Zara dan Angga Aldi jadi Acha-Iqbal di ''Mariposa''"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/aay)