'Gossip Girl Indonesia' Tak Hanya Angkat Kisah Anak-anak Remaja Kaya

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 10 Mei 2020 15:37 WIB
Gossip Girl Indonesia
Foto: dok Goplay
Jakarta -

Nia Dinata telah menggarap serial 'Gossip Girl Indonesia'. Ia menceritakan terkait serial tersebut.

Mengangkat latar dari kehidupan remaja anak-anak tajir, Nia Dinata mengatakan secara umum serial ini punya kegelisahan yang dialami remaja dan kebanyakan orang pada umumnya.

"Ini kan kisahnya glamorous kelas A plus yang hanya 1 persen di Indonesia, aku rasa walaupun mereka hidup glamor, tapi intinya samalah ya di mana-mana anak-anak ini they're trying to get good grades, they're trying go into good university, in fact pada akhirnya mereka bernegosiasi mereka mau ambil jurusan apa sama orang tua mereka. Mereka juga jatuh cinta, mereka cemburu, mereka ngerasain patah hati, jadi urusan glamor itu cuma bungkus," urai Nia dalam wawancara dengan detikcom belum lama ini.


Dari kacamata para remaja masa kini, Nia juga mengangkat soal media sosial yang kini adalah tren. Ada hal yang ingin disampaikan Nia tentang hal tersebut.

Bahwa berkembangnya media sosial yang pesat sebenarnya tak bisa diterima begitu saja.

"Sekarang social media tuh kencang banget. Setiap gerak-gerik anak-anak kita even kita itu sudah kayak nggak ada privasi lagi. Karena semuanya dishare ke publik. Anak-anak yang seumuran yang ada di Gossip Girl sering sekali pula mendapat cyber bully. Aku pengin bilang, eh ini terjadi dan kita harus aware soal ini. Mau create awareness juga bahwa ada loh akun-akun di Indonesia yang seperti Gossip Girl. And it can break you," ungkap Nia Dinata.


Di era teknologi yang pesat seperti sekarang, Nia pun menyuarakan pentingnya bertanggung jawab dalam bersikap.

"Aku pengin bikin anak-anak ini juga bisa belajar dari Gossip Girl. Adanya akun-akun ini jadi mereka harus bisa belajar tanggung jawab. Apa yang kalian lakukan itu bisa jadi sorotan Gossip Girl. Teenager itu kan mestinya enjoy life dan belajar bertanggung jawab," tuturnya.



Simak Video "EnamBelas Film Festival untuk Gerakan Anti Kekerasan Perempuan"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/mau)