Spotlight

Komik Lokal hingga 'Tintin' Jadi Bacaan Wajib Is Yuniarto saat Kecil

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 22 Okt 2019 18:26 WIB
Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Is Yuniarto dikenal sebagai komikus 'Garudayana' hingga membuat wayang kulit superhero. Kerap menggabungkan antara cerita khas Tanah Air dengan gaya penceritaan yang unik, sebenarnya sejak kapan sang komikus gemar membaca komik?

Sejak kecil, Is mengaku sudah menyukai membaca komik-komik lokal. Ketika remaja, ia merasa bersyukur merupakan generasi 90'an yang terlahir dengan budaya komik.

"Saya lahir tahun 1981, generasi saya tumbuh di era '90an sangat bisa menikmati komik Indonesia klasik. Ketika saya SD lagi booming komik klasik, masih ada sisa-sisa boomingnya tuh," tutur Is ketika mengobrol dengan detikcom di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, belum lama ini.



Ketika itu komik terbitan Eropa pun booming, seperti 'Tintin' dan 'Asterix. Terbitan komik Eropa turun, komik Amerika kembali naik.

"Lalu komik terbitan Hong Kong naik, dan komik Jepang serta Korea juga naik. Saya termasuk generasi beruntung karena bisa menikmati semua era dari booming komik-komik itu," lanjutnya.

Ia membandingkan generasi sebelumnya yang hanya merasakan booming komik lokal. "Generasi sekarang mungkin hanya suka komik Korea atau Jepang ya, makanya cukup banyak referensi yang saya baca ketika remaja dan sekarang saya kembangkan untuk cerita," kata Is Yuniarto.



Kreator komik 'Grand Legend Ramayana' itu kini tergabung menjadi General Manager Bumilangit Comics Media. Dua karyanya 'Garudayana' dan 'Grand Legend Ramayana' pun lisensinya sudah dibeli oleh penerbit Jepang untuk diterbitkan dalam bahasa Jepang.

Komik 'Garudayana' edisi Jepang pun berhasil masuk nominasi The Gaiman (Gaikoku No Manga) Award 2015. Saat ini bersama Sweta Kartika, Is sedang menggarap webtoon 'Gundala: Son of Lightning'.

[Gambas:Instagram]



Simak Video "'Gundala Destiny', Komik Indonesia yang Tembus ke Kancah Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)