detikHot

Spotlight

Perjalanan Yogie Achmad Ginanjar, dari Punk Rocker ke Semi Abstrak

Selasa, 13 Nov 2018 13:35 WIB Tia Agnes - detikHot
Perjalanan Yogie Achmad Ginanjar, dari Punk Rocker ke Semi Abstrak Foto: Tia Agnes/ detikHOT Perjalanan Yogie Achmad Ginanjar, dari Punk Rocker ke Semi Abstrak Foto: Tia Agnes/ detikHOT
Jakarta - Nama seniman Bandung Yogie Achmad Ginanjar kembali diperbincangkan saat lukisan ciptaannya memenangkan voting publik di The Sovereign Asian Art Prize 2017. Setelah kisah punk rocker yang memikat publik se-Asia, kini ia beralih ke semi abstrak.

Dari penghargaan seni bergengsi se-Asia tersebut, Yogie tak ingin masuk dalam hiruk pikuk usai kemenangan. Ia memilih berpikir ulang mengenai proses kreatif sampai fungsinya sebagai seniman.

"Efek dari The Sovereign Asian Art Prize 2017 saya memang diajak untuk pameran tunggal oleh tiga galeri seni di Hong Kong. Itu efek dari art prize yang saya dapat, tapi semuanya saya tolak," tuturnya saat berbincang dengan detikHOT di Pullman Jakarta Central Park, Senin (12/11).



Lukisan yang dikirimkan The Sovereign Asian Art Prize 2017 berjudul 'Absorption 7'. Karyanya menampilkan pria punk rocker yang terinspirasi dari pengalaman pribadi.

Lukisan yang memenangkan voting publik di The Soveregin Asian Art Prize 2017.Lukisan yang memenangkan voting publik di The Soveregin Asian Art Prize 2017. Foto: The Sovereign Art Foundation


Yogie menceritakan punk rocker dalam lukisannya merupakan representasi dari nilai-nilai dalam kemandirian, liberalisme, modernisme, serta secara khusus diri sendiri. Sedangkan interior masjid di hadapan punk rocker adalah perwakilan dari nilai-nilai religiusitas.

Saat karyanya menang, Yogie berusaha untuk menarik diri dari dunia seni rupa. "Saya pause dulu dan ingin mencoba hal-hal yang baru. Saya menarik diri dari apa yang biasa saya lakukan sebagai seniman," tutur lulusan Seni Lukis Institut Teknologi Bandung (ITB) ini.



Ketika tawaran pameran 'Interlude' tiba, ia pun menyambut positif. 'Interlude' yang berarti 'jeda antara satu perjalanan ke perjalanan berikutnya' dirasa Yogie satu visi dengan dirinya.

Perjalanan Yogie Achmad Ginanjar, dari Punk Rocker ke Semi AbstrakPerjalanan Yogie Achmad Ginanjar, dari Punk Rocker ke Semi Abstrak Foto: Tia Agnes/ detikHOT


Pria kelahiran 1981 silam itu pun menampilkan 9 lukisan semi abstrak yang terinspirasi dari hal-hal yang terjadi sehari-hari. Serta perubahan budaya dan konteks sosial di masyarakat.

"Kalau dibandingkan dengan sebelumnya, ini ada perbedaan. Interlude seperti fase saya berikutnya," tukasnya.

Dia pernah menggelar pameran tunggal di antaranya adalah 'Verisimilitude' di Valentine Willie Fine Arts, Kuala Lumpur, Malaysia pada 2017. Serta 'Neo-Chiarpscuro' di galeri yang sama setahun sebelumnya.

Sejumlah pameran kolektif pun pernah diikutinya. Di antaranya di Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Korea.

Simak artikel berikutnya!



(tia/srs)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com