Spotlight

'To All the Boys I've Loved Before' Pencerahan Bagi Sang Bintang Lana Condor

Devy Octafiani - detikHot
Kamis, 30 Agu 2018 14:24 WIB
Foto: imdb.
Jakarta -

Lana Condor adalah si remaja manis sekaligus tertutup Lara Jean di drama romantis besutan Netflix, 'To All the Boys I've Loved Before'. Film ini menjadi proyek film yang menempatkannya sebagai orang Asia yang diberi peran utama.

Diakui Lana, ia tak menyangka dirinya terpilih untuk memerankan sosok Lara Jean dalam film tersebut.

"Saya ingat saat pertama kali saya mendengar diri saya diterima, saya berteriak. Peran seperti ini tidaklah sering datang," ujarnya seperti dikutip Variety.

Bagi sang sutradara Susan Johnson dan penulis novelnya, Jenny Han sosok Lana diyakini tepat menghidupkan Lara Jean.

"Dia sangat cantik, cerdas, dan baik hati. Saya pikir dia memiliki garis ke dalam jiwa Lara Jean yang tidak dilakukan orang lain," ujar Johnson.

'To All the Boys I've Loved Before' Pencerahan Bagi Sang Bintang Lana CondorFoto: Dok. Instagram/netflix


Namun terpilihnya Lana tak juga dapat ditampik karena identitas Asia Amerika yang ia miliki. Ini berarti untuk pertama kalinya dalam kariernya, Condor mampu mewakili wanita muda Asia Amerika di layar sebagai peran utama.

"Saya senang bahwa saya memiliki platform dan tanggung jawab untuk mewakili komunitas saya di layar, dan itulah yang paling saya sukai tentang itu, bahwa saya dapat melakukannya untuk perempuan yang terlihat seperti kami," katanya.

Aksi Pemain 'To All the Boys I've Loved Before' Adu Skill Merayu, tonton videonya di sini:

[Gambas:Video 20detik]


Besar di Amerika, Lana dulu adalah bocah asal Vietnam yang diadopsi oleh orang tua Amerika. Keputusannya kemudian untuk memulai kariernya berakting, asal-usulnya menjadi hal yang tak bisa dihindari.

'To All the Boys I've Loved Before' Pencerahan Bagi Sang Bintang Lana CondorFoto: Dok. Instagram/netflix


Akan tetapi 'To All the Boys I've Loved Before' membuka pintu keyakinan baru baginya. Dengan dirilisnya 'Crazy Rich Asians' baru-baru ini (film studio pertama dalam 25 tahun untuk menampilkan semua pemain Asia-Amerika), Condor mengungkapkan bahwa kini ia merasa terwakili.

Ia berharap publik tak melihatnya yang berdarah Asia merupakan entitas lain di Amerika.

"Ini adalah saatnya, itu saja yang aku bisa katakan. Aku sangat antusias dan berbahagia menyambut keanekaragaman," tuturnya.


(doc/doc)