Salah satu yang menjadi pembicaraan adalah jejak tangan atau daun-daun yang tersimpan seperti fosil di dalam lempengan bongkahan es. Karya tersebut dikerjakan saat musim dingin pada 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Patung Richard Shilling Kolaborasikan Antara Alam dan Seni Foto: Richard Shilling/ Istimewa |
Dia pun membuat beberapa cakram es. "Saya mencoba membuatnya dan karya itu terinspirasi dari Goldsworthy. Metode tersebut saya lakukan dan ternyata disukai oleh pengikut di Instagram," kata Shilling.
Bertahun-tahun menggali patung dalam seni alam, selama lima tahun ke depan dia akan tetap membuat patung tersebut.
"Bagi saya sepanjang apa yang saya lakukan bersifat alami, lingkungan kita, siklus, dan bagaimana segala sesuatunya berubah, eksistensi itu bersifat sementara. Sebagian karya yang saya hasilkan hanya disaksikan oleh saya dan orang-orang di luar saya lewat foto di Instagram dan website," pungkasnya.
Karya-karyanya terangkum dalam situs http://richardshilling.co.uk.
(tia/doc)












































Patung Richard Shilling Kolaborasikan Antara Alam dan Seni Foto: Richard Shilling/ Istimewa