'The Legend of Tarzan' menyuguhkan cerita dari dua latar kawasan berbeda. Yakni Inggris dan Afrika.
Inggris adalah tempat masa kini Tarzan hidup lebih beradab. Sedangkan Afrika adalah tempat masa lalu Tarzan berada. Namun sebenarnya, syuting tak benar-benar dilakukan langsung di benua hitam tersebut.
Sang sutradara, David Yates mengatakan dirinya 'membawa' Afrika ke dalam film dengan bantuan efek CGI. CGI tak hanya membuat hutan terlihat sangat nyata, kedekatan Tarzan dengan hewan-hewan di dalamnya juga dibuat terlihat seperti sungguhan.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yakni, manakala Tarzan yang diperankan Alexander Skarsgard berkelahi dengan seekor Gorila saat kembali bertemu setelah sekian lama.
"Adegan tersebut cukup sulit dibawa ke layar. Gorila itu dikisahkan kerabat lama yang kecewa karena Tarzan telah meninggalkan mereka," tutur David Yates sang sutradara seperti dikutip Collider.
Selebihnya Yates mengatakan, di luar pertarungan yang dihadapi Tarzan di film, drama menjadi dasar keseluruhan cerita 'The Legend of Tarzan'.
Sisi romantis itu ia gambarkan lewat hubungan yang terjalin di antara Jane dan Tarzan.
"Ini sebenarnya kisah cinta. Aku menggambarkannya lewat bagaimana sosok Jane dan Tarzan saling melengkapi. Ini bukan tentang bagaimana Tarzan mencoba menyelamatkan Jane, karena sebenarnya Tarzan tak akan bisa hidup tanpa Jane," tutur David Yates.












































