Di tengah proses gugatan cerai yang dilayangkan oleh Wardatina Mawa di Pengadilan Agama Medan, Insanul Fahmi gencar menyuarakan keinginannya untuk rujuk dan mempertahankan keutuhan keluarga. Ia mengungkapkan fokus utamanya saat ini adalah menyelamatkan pernikahannya yang berada di ujung tanduk.
"Saya lebih takut bagaimana rumah tangga saya ini bisa pecah dan berantakan. Karena saya di sini bertekad untuk bagaimana caranya bisa menata kembali," kata Insanul Fahmi saat ditemui di Polda Metro Jaya, Senin (2/3/2026).
Alih-alih pasrah dengan gugatan cerai dari Wardatina Mawa, Insanul Fahmi menegaskan akan tetap menghadapi proses tersebut dengan tujuan mempertahankan rumah tangganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk saat ini ya kita coba hadapi saja, ya dari saya sendiri, dari kami, ya saya hadapi saja. Tapi yang jelas kalau dari saya berusaha untuk mempertahankan," tegasnya.
Insanul Fahmi berharap bisa mendapatkan waktu untuk mediasi secara personal. Ia ingin berbicara dari hati ke hati dengan Mawa tanpa intervensi dari pihak luar, termasuk pengacara dan keluarga.
"Saya mau menyelesaikan ini secara tertutup karena ini urusan saya dan saya sebagai suami saya punya hak untuk meminta juga bisa berdiskusi," harapnya.
Pria yang berprofesi sebagai pengusaha itu masih memiliki tekad untuk mempertahankan rumah tangganya dengan Wardatina Mawa agar tetap utuh.
"Karena mau bagaimanapun di sini saya sebagai suami berusaha dan berupaya untuk mempertahankan rumah tangga saya," pungkasnya.
(ahs/mau)











































