'The Hobbit: The Battle of the Five Armies', Akhir untuk Sebuah Awal Baru

Spotlight

'The Hobbit: The Battle of the Five Armies', Akhir untuk Sebuah Awal Baru

- detikHot
Kamis, 18 Des 2014 10:59 WIB
The Hobbit: The Battle of the Five Armies, Akhir untuk Sebuah Awal Baru
Jakarta -

Petualangan Bilbo Baggins bersama para dwarf untuk merebut Erebor kembali berlanjut. Naga Smaug keluar dari lautan emas dan memporak-porandakan Laketown sebagai bentuk kemarahannya. Perebutan harta karun itu memicu peperangan besar.

Naga Smaug yang disuarakan oleh Benedict Cumberbatch membakar kota di dekat Erebor, sementara Thorin Oakenshield II (Richard Armitage) bersama pasukan kurcacinya hanya bisa melihat dari kejauhan seraya termenung melihat ramalan yang menjadi kenyataan.

Sejarah terulang kembali, dan Bard the Bowman (Luke Evans) memiliki kesempatan untuk memperbaiki reputasi keluarganya yang gagal membunuh Naga Smaug. Dengan busur panah khusus peninggalan masa lalu, ia menyelamatkan kota dari kehancuran dan membunuh Smaug. Tetapi kedamaian tak berlangsung lama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bard memimpin kaumnya untuk bermigrasi ke Gunung Erebor, sekaligus menagih janji untuk mendapatkan sedikit emas dari Thorin demi membangun kembali kotanya yang hancur.
Tetapi alih-alih menepati janjinya, Thorin malah membangun benteng. Kilauan emas dan permata membutakan hati dan jiwanya. Membuat Thorin tengelam dalam ketamakan, hal yang terjadi persis kepada kakeknya.

Kabar kematian Naga Smaug beredar dengan cepat ke seantero dunia, memicu pasukan kegelapan dan kerajaan lain berbondong-bondong untuk menguasai Erebor. Pertempuran antara goblin dan the wargs melawan elves, dwarves, eagles, dan men of Dale di novel fantasi karangan JRR Tolkien ini pun tak terelakkan.

Jika Anda mengikuti seri 'The Hobbit', 'The Battle of the Five Armies' yang kembali diarahkan Peter Jackson ini akan memberikan cerita akhir dari petualangan Bilbo Baggins. Tetapi tentu saja menjadi awal dari kisah yang berlanjut di trilogi 'Lord of The Rings'.

Peter Jackson memiliki plot yang menyuguhkan tiga hal penting. Serangan Naga Smaug ke Laketown, perjuangan psikologis Thorin melawan nafsu gilanya pada emas, dan pertempuran besar lima pasukan.

Dari segi cerita, penonton mungkin sudah merasakan sedikit klimaks di 20 menit pertama saat Naga Smaug tewas, akhir yang paling ditunggu di film sebelumnya. Pertempuran lima pasukan menampilkan CGI yang megah dengan plot twist yang cukup mengharukan di beberapa bagian. Tapi jika dibandingkan dengan 'Lord of The Rings' yang membawa 11 Piala Oscar, 'The Hobbit: The Battle of the Five Armies' sedikit meninggalkan rasa kurang greget ketika beranjak dari kursi bioskop.

(ich/ron)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads