Seeperti dilansir Yahoo News, Selasa (3/2/2010), hingga saat ini, belum ada film bertema Perang Irak yang mampu unjuk gigi di panggung Oscar. Jika 'The Hurt Locker' sukses meraih penghargaan Film Terbaik, maka itu adalah sebuah terobosan baru untuk film yang mengangkat tema tersebut.
Tom O'Neil, kritikus Los Angeles Times, mengungkapkan 'The Hurt Locker' bisa sukses karena Kathryn Bigelow, sang sutradara, tidak memaksa para penontonnya untuk melakukan penghakiman tentang perang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka melakukan pekerjaan yang paling berbahaya di dunia," ujar Kathryn.
'The Hurt Locker' juga dianggap bisa mengubah pandangan orang terhadap tentara Amerika Serikat yang bertugas di sana. Hal itu pun diakui oleh sang bintang utama Jeremy Renner.
"Setelah saya main film itu, saya mulai menaruh hormat terhadap tentara," ucapnya.
Perang Irak semakin menjadi pusat perhatian di Academy Awards dengan kehadiran film independent, 'The Messenger'. Lewat film itu, aktor Woody Harrelson berhasil menjadi nominator di kategori Aktor Pendukung Terbaik.
(hkm/hkm)











































