"Kami meminta maaf karena ada salah satu relawan staf perpustakaan yang membocorkannya ke Kobe Shimbun dan ke publik. Seharusnya data pribadi pengguna perpustakaan menjadi rahasia kami," ucapnya dilansir dari Huffington Post, Kamis (3/12/2015).
Sampai sekarang, Murakami tidak ingin membuat komentar publik tentang sengketa tersebut. Konflik ini bermula saat Kobe Shimbun mempublikasikan sebuah berita tentang daftar bacaan yang pernah dibaca penulis 'Norwegian Wood' ketika muda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan, Murakami pernah meminjam beberapa judul dari karangan novelis Prancis Joseph Kessel. Salah satunya berjudul 'Belle de Jour' yang diterbitkan 1928 silam dan menceritakan tentang seorang ibu rumah tangga muda yang hubungannya renggang dengan suaminya, Pierre.
Demi kepuasan seksual Serizy menjadi seorang pelacur. Wanita itu pun menggunakan nama samaran Belle de Jour sampai terjerat dalam hubungan bersama seorang ganster muda, Marcel.
Simak: Januari 2016, Buku 'Mein Kampf' Hitler Diterbitkan Ulang
Perdebatan pun makin pecah ketika masyarakat mengkritik pihak perpustakaan yang membocorkan informasi penggunanya. "Pustakawan Jepang seharusnya merahasiakan bacaan individunya, bukan membiarkan privasi menjadi konsumsi publik," tegas salah satu pembaca.
Namun, menurut The Telegraph, staf dan pihak sekolah sekarang sudah meminta maaf.
(tia/doc)











































