Inayah Wahid berperan sebagai buruh cuci asal Tegal bernama Wagiyem. Mengenakan kaos berwarna kuning dengan lambang partai, ia mengisahkan awal bermain di teater pada 2000 silam.
"Tapi setelah itu sudah lama nggak main lagi," ucapnya di Graha Bakti Budaya, belum lama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengakui keluarganya dekat dengan pertunjukan seni maupun isu perempuan serta korupsi. "Itu salah satu hal yang kami perjuangkan. Pas dapet makanya saya merasa ini aligned dengan visi kami."
Meski naskah sudah diberikan 5 bulan lalu dan baru latihan sebulan belakangan, namun Inayah serius melakoni karakternya. Ia pun belajar ke orang-orang sekitar yang memakai logat khas Banyumasan.
![]() |
"Kebetulan yang kerja di rumah banyak orang Tegal. Sekretaris Gusdurian dan ada yang sehari-hari nganterin Ibu. Pokoknya semua orang Tegal yang saya kenal, saya kumpulin, berguru langsung dengan mereka," pungkasnya.
Selain monolog '#3Perempuanku, Bukan Bunga Bukan Lelaki', Inayah sudah mementaskan pertunjukan wayang orang. Di tahun 2013, ia bermain di 'Arjuna Galau' dan 'Lahirnya Parikesit' tahun ini. Ke depannya, sebuah pentas drama musikal Februari 2016 mendatang.
(tia/tia)












































