Review Halloween Ends: Bab Terakhir Michael Meyers

ADVERTISEMENT

Review Halloween Ends: Bab Terakhir Michael Meyers

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 13 Okt 2022 19:24 WIB
Halloween Ends
Foto: dok. Universal Pictures
Jakarta -

Laurie Strode sudah berdamai dengan traumanya. Dalam Halloween Ends, Laurie mencoba hidup damai sepeninggal anaknya di film terdahulu. Dia memasak pai, menulis buku, menjadi warga Haddonfield yang berbudi. Satu-satunya cara melawan rasa takut adalah terus berjuang, bukannya menyerah. Sejauh ini sosok misterius yang mengganggu Laurie Strode alias Michael Meyers menghilang dari Haddonfield.

Cucu Laurie, Allyson (Andi Matichak), sekilas menikmati hidup barunya bersama sang nenek. Tapi kemudian dia berkenalan dengan laki-laki misterius, Corey Cunningham (Rohan Campbell), yang entah kenapa membuat hatinya kembang kempis. Allyson sangat mengerti Corey. Kenapa dia benci tempat umum, kenapa dia menyendiri, kenapa dia seperti memendam beban dunia. Ada sesuatu dalam Corey yang membuatnya dekat.

Pada awalnya Laurie merasa bahwa Corey adalah laki-laki yang baik. Tapi lama kelamaan dia menyadari bahwa ada sesuatu yang gelap mengintai Corey. Tidak membutuhkan waktu lama untuk teror muncul lagi di Haddonfield. Dan ketika Michael Meyers muncul lagi, Laurie Strode sudah siap untuk menyambutnya.

Reboot Halloween versi David Gordon Green ini adalah sebuah eksperimen yang menarik meskipun tidak semuanya menghasilkan produk yang baik. Halloween tahun 2018 berhasil menjadi tontonan baik karena pembuatnya berhasil membuat horor Laurie Strode menjadi relevan. Menggunakan trauma sebagai tema utamanya dan membuat karakter utamanya sebagai sosok yang sangat paranoid membuat film tersebut menjadi lebih dari sekadar slasher. Belum lagi aksi-aksi seramnya memang benar-benar berhasil membuat penonton bergetar. Tidak mengherankan kalau film tersebut berhasil meyakinkan produser untuk membuat dua sekuelnya.

Halloween Kills yang dirilis tahun lalu tidak menghasilkan produk seperti film pertamanya. Entah kenapa, pembuatnya memutuskan untuk menempatkan si jagoan utama di pinggir layar. Film tersebut lebih banyak membahas soal bagaimana Michael Meyers meneror warga Haddonfield. Halloween Kills membuat sebuah social commentary yang menarik tentang bagaimana kejahatan melawan kewarasan warga. Ide yang menarik tapi tidak menghasilkan pengalaman menonton yang terbaik.

Halloween Ends dibuka dengan pembukaan yang menarik. Seperti khas film horor pada umumnya, penonton diajak untuk melihat seorang babysitter menemani si bocah dengan background si pembunuh berkeliaran. Tapi ternyata pembukaan ini hanya tipuan karena Halloween Ends sengaja dibuat untuk mengacaukan ekspektasi penonton.

Halloween Ends memang menceritakan tentang bagaimana Laurie Strode mencari jalan damai setelah berhadapan lagi dengan mimpi buruknya. Tapi sebagian besar film ini adalah tentang bagaimana seseorang yang sama sekali tidak berniat menjadi jahat bisa menjadi setan karena pengaruh sosial. Ada sedikit unsur mistik juga yang ditampilkan di film ini, meskipun hanya sekelebat. Ditambah dengan plot kisah cinta yang membingungkan (Anda akan kebingungan untuk mencari alasan kenapa Allyson bisa naksir dengan cowok semacam itu), Halloween Ends akhirnya menjadi sebuah penutup yang sama sekali tidak memuaskan.

Seperti halnya film-film Halloween sebelumnya, saga penutup ini masih menyisakan adegan-adegan yang brutal meskipun kengeriannya sudah berkurang jauh. Ada adegan di bawah jembatan, di rumah dokter, dan mungkin yang paling sadis adalah di kantor seorang penyiar radio. Karena ketegangannya sudah berkurang, adegan-adegan sadis tersebut hasilnya menjadi hambar sama sekali.

Halloween Ends memang dipromosikan menjadi pertempuran terakhir antara Michael Meyers dengan Laurie Strode. Hasilnya memang memuaskan meskipun konklusi akhirnya lagi-lagi menjadi kurang berkesan. Dengan durasi hampir dua jam, Green hanya memberikan sekitar sepuluh menit untuk adegan yang ditunggu-tunggu itu. Eksekusinya pun tidak sekeren klimaks di versi 2018.

Jamie Lee Curtis seperti biasa tetap bersinar. Bagaimana pun juga tidak ada yang bisa memerankan Laurie Strode selain dia. Meskipun ending-nya tidak memberikan kesan apa-apa, Halloween Ends seperti memberikan pengingat bahwa kejahatan akan muncul terus dan Michael Meyers tetap akan berkeliaran. Kalau memang benar itu pesannya, semoga tidak ada lagi seri lagi Halloween. Karena saya sudah capek menyaksikan Laurie Strode harus terus-terusan diteror.

[Gambas:Youtube]

Halloween Ends dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.

---

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT