ADVERTISEMENT

Review Ticket To Paradise: Film Menggemaskan Sejuta Umat

Candra Aditya - detikHot
Minggu, 02 Okt 2022 16:20 WIB
Film Ticket to Paradise.
Foto: Istimewa
Jakarta -

David (George Clooney) dan Georgia (Julia Roberts) dulunya adalah pasangan muda yang haus akan cinta. Mereka kenal di kampus, pacaran kemudian memutuskan untuk menikah. Lima tahun setelah mereka menikah, mereka memutuskan untuk berpisah dan sekarang mereka bahkan tidak bisa berada di ruangan yang sama tanpa mengeluarkan sumpah serapah.

Anak mereka satu-satunya, Lily (Kaitlyn Dever), tahu akan ini dan ia sudah lelah membayangkan apa yang harus ia hadapi di hari kelulusannya. Lily kemudian pergi vakansi bersama Wren (Billie Lourd) ke Bali untuk relaksasi. Tapi di Bali dia bertemu dengan Gede (Maxime Bouttier) yang mengubah hidupnya.

Lokasi eksotis, laki-laki tampan dan hangatnya cinta. Lily langsung memutuskan untuk menikah yang tentu saja membuat David dan Georgia belingsatan. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk berhenti perang sejenak demi menghentikan pernikahan anaknya. Mereka tidak ingin Lily mengalami kegagalan yang sama seperti yang mereka alami.

Tidak butuh banyak hal untuk menjual Ticket To Paradise selain nama George Clooney dan Julia Roberts sebagai daya tarik utamanya. George Clooney mungkin sekarang terkenal sebagai pembuat film handal dengan pilihan film-film berkualitas. Tapi meskipun begitu, kita tahu bahwa Clooney mempunyai range yang cukup luas. Ia bisa berubah menjadi karakter yang luwes dan santai seperti yang ia tampilkan di trilogi Ocean's atau salah satu romantic comedy paling underrated yang pernah ada, One Fine Day bersama Michelle Pfeiffer.

Sementara itu, Julia Roberts memang identik dengan genre ini. Anda tidak bisa melewati dekade 90-an tanpa kehadirannya di film-film romantic comedy yang sekarang menjadi legenda. Pretty Woman, My Best Friend's Wedding, Runaway Bride dan Notting Hill mengesahkannya menjadi ratu romantic comedy.

Berita baiknya, Clooney dan Roberts mempunyai chemistry yang sungguh luar biasa yang bisa membuat Anda lupa dengan betapa hampanya film ini. Mereka mempunyai ikatan yang luar biasa sehingga setiap adegan mereka rasanya seperti menonton kawan lama. Selain fakta bahwa mereka memang teman akrab yang sudah beberapa kali bermain bersama, Clooney dan Roberts mempunyai screen presence yang hanya dimiliki oleh bintang-bintang Hollywood kelas atas. Mereka bisa membuat materi yang sangat predictable ini menjadi tontonan yang menyenangkan. Saya tertawa ketika melihat mereka tertawa dan ketika mereka berantem-berantem gemas, Anda pun mungkin juga akan menikmati kelucuan-kelucuan ini.

Tapi Ticket To Paradise sayangnya tidak memperlakukan sisa karakter dan plotnya seperti Clooney dan Roberts. Daniel Pipski dan Ol Parker (yang juga menyutradarai film ini) sebagai penulis skripnya seperti mengambil rumusan romantic comedy kemudian meng-copy paste-nya tanpa ada usaha lebih. Genre ini memang tidak memerlukan pembaharuan ulang meskipun hal tersebut bisa dilakukan tapi di tangan yang tepat, Ticket To Paradise bisa memunculkan dialog-dialog yang lebih menarik atau adegan-adegan yang lebih lucu.

Kaitlyn Dever dan Maxime Bouttier tidak buruk meskipun karakter mereka sangat lurus. Dever, seperti yang ia tunjukkan di Booksmart, padahal mempunyai comedic timing yang bagus. Sementara itu Bouttier ternyata mempunyai kemampuan akting yang baik sehingga dia bisa berlawanan dengan aktor-aktor Hollywood ini dengan lancar. Karakter Billie Lourd di awal-awal mempunyai potensi untuk menjadi pemeran pembantu yang mencuri perhatian tapi sayangnya karakternya tidak digali sehingga akhirnya dia hanya muncul sebagai sahabat tokoh utama.

Tidak ada yang mengejutkan dalam Ticket To Paradise. Sebagai film yang dibuat untuk menghibur (dan membuat penonton relax), film ini mencapai tujuannya. Dan kita semua tahu, setelah pandemi jenis film seperti ini sangat perlu diproduksi. Sayangnya, sebagai orang Indonesia yang tahu Bali dan budaya Bali seperti apa, gambaran Ol Parker terhadap setting utama film ini terasa sekali superfisial. Gede dan keluarga Gede (dan masyarakat Bali pada umumnya) digambarkan seperti orang-orang naif yang memuja hal-hal takhayul saja.

Belum lagi kenyataan bahwa film ini syutingnya dilakukan di Australia, bukan Bali beneran, jadi sepanjang film terasa sekali betapa palsunya visual film ini. Parker hanya fokus dengan cahaya-cahaya matahari indah dengan lokasi-lokasi yang eksotis. Kelihatannya memang indah tapi rasa otentiknya tidak ada sama sekali (tunggu sampai Anda melihat adegan yang harusnya ada di Tanah Lot).

Dengan plot yang sudah bisa Anda tebak kemana arahnya, Ticket To Paradise adalah jenis film yang memang ditujukan kepada para penggemar film-film escapist. Film ini sangat cocok bagi Anda yang butuh refreshing atau penggemar berat romantic comedy. Ticket To Paradise juga akan mengingatkan Anda betapa mudahnya melihat orang jatuh cinta kalau pemeran utamanya adalah George Clooney dan Julia Roberts.

Ticket To Paradise dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Profil Maxime Bouttier yang Debut di Film Hollywood 'Ticket to Paradise'"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/dal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT