Review Hunt: Mencari Musuh Dalam Selimut

ADVERTISEMENT

Review Hunt: Mencari Musuh Dalam Selimut

Chandra Aditya - detikHot
Jumat, 16 Sep 2022 07:34 WIB
Cuplikan adega film Hunt (2022).
Hunt (2022). Dok. Ist
Jakarta -

Menjadi bintang global, menjadi pemenang Aktor Terbaik dalam Emmy dan sekarang menjadi sutradara. Lee Jung-jae mungkin dikenal banyak orang lewat Squid Game tapi bagi penggemar produk Korea, nama aktor ini sudah pasti tidak asing.

Tidak hanya ia menjadi langganan sutradara-sutradara top yang akhirnya melahirkan film-film beken, Lee Jung-jae sangat produktif dan bisa mempertahankan karirnya setelah lebih dua dekade ada di industri hiburan.

Melalui Hunt, Lee Jung-jae tidak hanya menunjukkan bahwa dia aktor serba bisa, tapi ia juga merupakan pencerita yang ulung.

Sebuah thriller menegangkan, Hunt dari awal tidak membiarkan untuk penonton bernafas. Kisahnya terjadi pada dekade 80-an ketika pemerintah Korea sedang berada di puncak keotoriterannya yang tertinggi.

Park Pyong-ho (Lee Jung-jae) adalah ketua KCIA sementara Kim Jung-do (Jung Woo-sung) adalah Ketua Domestic Unit. Dua-duanya mendapatkan tugas untuk mencari siapa sebenarnya Donglim, sosok yang dipercaya adalah mata-mata Korea Utara yang menyusup ke dalam pemerintahan dan berusaha untuk membunuh presiden.

Hunt seperti layaknya kebanyakan thriller adalah sebuah permainan kucing-kucingan. Pembukaannya sangat efektif untuk mengatur mood sepanjang film. Seorang pembunuh bayaran yang berencana menghabisi presiden mengacaukan acara dan Park Pyong-ho dan Kim Jung-do langsung saling curiga.

Kemudian pelan-pelan penonton diajak untuk melihat siapa mereka ini, kenapa mereka saling curiga sebelum akhirnya Lee Jung-jae mengibarkan layar untuk memberi tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Ditulis oleh Lee Jung-jae sendiri bersama Jo Seung-hee, Hunt sebenarnya adalah sebuah thriller yang menyenangkan untuk disaksikan meskipun ada beberapa aspek yang kurang nendang. Hunt mungkin akan menjadi thriller yang lebih menggigit kalau penonton diajak untuk menyaksikan aksi spionase dua karakter ini dengan lebih detail.

Cuplikan adega film Hunt (2022).Cuplikan adega film Hunt (2022). Foto: Dok. Ist

Lee Jung-jae tampaknya lebih sibuk untuk menghadirkan adegan-adegan aksi yang bombastis daripada memberikan adegan-adegan tersebut. Adegan-adegan aksi yang dibuat Lee Jung-jae memang tidak buruk cuman ini membuat Hunt menjadi agak sedikit generik.

Secara karakter, agak disayangkan bahwa Hunt kurang bisa mengelaborasi dua karakternya ini dengan jelas. Mungkin karena pembuatnya ingin membuat penonton waspada sampai akhir. Agar kita tetap penasaran dengan siapa sebenarnya sosok Donglim yang menjadi misteri sepanjang film.

Tapi hal ini membuat dua karakter utamanya menjadi agak sedikit kopong meskipun Lee Jung-jae berhasil menggarisbawahi bahwa dua karakter utamanya memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam menyelidiki masalah.

Untungnya dua karakter utama ini dimainkan dengan baik dan kedua aktornya mempunyai chemistry yang luar biasa (Jung Woo-sung adalah sahabatnya Lee Jung-jae) sehingga tidak butuh waktu lama bagi saya untuk langsung percaya dengan apa yang ada di layar.

Kalau konfliknya memang ribet dan bertele-tele (dengan durasi lebih dari dua jam), Hunt tetap terlihat gagah dan sebuah debut yang percaya diri karena Lee Jung-jae membungkus film ini dengan presentasi audio-visual yang mantap.

Cuplikan adega film Hunt (2022).Cuplikan adega film Hunt (2022). Foto: Dok. Ist

Mise-en-scene-nya sangat meyakinkan (tunggu sampai Anda sampai di adegan klimaks di akhir film) dengan detail-detail yang akan membuat saya yakin kalau ini pekerjaan orang yang sangat mengerti tentang pembuatan film.

Pengadeganan dalam film ini pun juga patut dipuji. Tidak hanya Hunt kelihatan enak dilihat tapi juga Lee Jung-jae tetap bisa mempertahankan tensi tegang sepanjang film tanpa kendor. Kalau pun Anda kebingungan dengan banyaknya teka-teki yang disajikan, Anda tidak akan bosan karena selalu ada kejutan setiap 10 menit.

Kalau pun Anda tidak mengerti sejarah politik Korea Selatan, Hunt tetap menawarkan keseruan yang cukupan meskipun tidak bisa dipungkiri sensasinya akan berbeda kalau Anda tahu sedikit soal Korea Selatan di dekade 80-an.

Dengan Hunt, Lee Jung-jae resmi membuktikan bahwa dia adalah sutradara yang berbakat dan saya tidak sabar menunggu apa yang ia tawarkan di masa depan.

Kalau Anda rindu dengan film-film spionase yang sudah jarang diproduksi oleh Hollywood yang memberikan hadiah atas kesabaran penonton dengan kejutan-kejutan dahsyat, film ini untuk Anda.

Hunt dapat disaksikan di jaringan CGV, Cinepolis, Flix dan bioskop-bioskop lain.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Jung Jae Terpapar Covid-19 Usai Pulang dari Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT