ADVERTISEMENT

Review DC League of Super-Pets: Ketika Para Anabul Menjadi Superhero

Chandra Aditya - detikHot
Jumat, 29 Jul 2022 18:02 WIB
DC League of Super-Pets
Cuplikan adegan di DC League of Super-Pets. Dok. Warner Animation Group
Jakarta -

Mengikuti jejak The Lego Movie dan berbagai spin-off-nya, Warner Bros. merilis DC League of Super-Pets yang diharapkan bisa menjadi sumber uang yang baru. Keputusan ini lumayan pintar. Ketika cerita superhero sudah menjadi genre sendiri saking membludaknya jumlah konten yang dibuat, kenapa tidak membuat cerita dengan anabul (anak bulu) sebagai daya tarik utamanya?

Tambahkan pengisi suara terkenal dari Dwayne Johnson, Kevon Hart hingga Keanu Reeves, dan Anda akan menemukan kenapa DC League of Super-Pets cukup menarik bahkan bagi penonton dewasa.

Ditulis oleh penulis Lego Batman, Jared Stern dan John Whittington, DC League of Super-Pets dibuka dengan aksi Krypto (disuarakan oleh Dwayne Johnson), seekor anjing yang menemani Clark/Superman (disuarakan oleh John Krasinski) tinggal di Bumi. Seperti majikannya, Krypto mempunyai kemampuan yang super. Dia bisa terbang, matanya bisa mengeluarkan laser dan dia sangat kuat. Tapi sebagai anjing, dia lumayan aneh karena dia tidak melakukan hal-hal seperti layaknya anjing.

Karena itulah akhirnya Clark/Superman membawa Krypto ke shelter dimana dia bertemu dengan Ace (disuarakan oleh Kevin Hart), seorang anjing yang kelakuannya seperti anjing kebanyakan. Selain Ace, di shelter ini banyak binatang lain yang tentu saja, nantinya mereka mendapatkan kemampuan super.

Ace menjadi sangat kuat. PB (disuarakan oleh Vanessa Bayer), seorang babi, bisa menjadi raksasa. Merton McSnurtie (disuarakan oleh Natasha Lyonne) adalah seekor kura-kura yang jalannya bisa menjadi secepat kilat. Chip (disuarakan oleh Diego Luna) adalah seekor tupai yang bisa mengeluarkan tenaga listrik.

Ketika para superhero ditangkap dan Krypto kehilangan kemampuan supernya, Krypto meminta teman-temannya ini untuk menyelamatkan para superhero. Dan bersama-sama, para binatang yang tadinya dibuang ini, belajar untuk tidak kehilangan harapan dan percaya dengan kemampuan diri mereka sendiri.

DC League of Super-PetsCuplikan adegan di DC League of Super-Pets. Foto: Warner Animation Group

Sebagai sebuah tontonan keluarga, DC League of Super-Pets dijamin akan membuat penonton, terutama para penonton yang masih muda, akan tertawa gembira. Banyak sekali jokes bertaburan sepanjang film dan tidak ada satu pun momen sepi meskipun penonton dewasa mungkin akan menemukan bahwa banyak humor yang tidak perlu atau terasa garing karena terlalu banyak diulang.

Bagian dramatis yang segaja dihiperbola kemudian dipotong ke bagian manusia yang ternyata tidak mengerti apa perkataan para binatang ini lucu ketika saya pertama kali melihatnya. Tapi setelah diulang-ulang, jokesnya agak menguap.

Secara presentasi, DC League of Super-Pets nampak spektakuler. CGI animasinya terlihat sangat mewah. Metropolis terlihat begitu megah dan enak dilihat. Ditambah dengan musik yang menggelegar dari Steve Jablonsky, DC League of Super-Pets terasa megah dan besar. Desain karakter-karakternya mencuri perhatian dan hampir semua jokes visual tersampaikan dengan baik.

Dwayne Johnson dan Kevin Hart jelas dipilih sebagai pengisi suara karakter mereka karena mereka adalah nama besar yang bisa mendatangkan penonton. Tapi sayang sekali, kemampuan mereka tidak sebaik dengan pengisi suara yang lain. Meskipun aksi Johnson dan Hart tidak buruk, tapi interaksi mereka seperti déjà vu. Rasanya seperti menonton franchise Jumanji lagi, karena mereka terlalu stuck di zona nyaman mereka.

Pengisi suara yang lain, terutama Kate McKinnon sebagai penjahat bernama Lulu, justru mencuri perhatian. Tidak hanya villain di film ini dibuat dengan baik tapi McKinnon seakan mengerti tugas yang harus dia kerjakan. Natasha Lyonne yang mengisi suara Merton dengan sumpah serapahnya (yang selalu disensor) juga hiburan tersendiri.

DC League of Super-Pets memang bukan tontonan keluarga terbaik tapi ia lumayan bisa jadi alternatif sebagai tontonan keluarga yang nyaman. Animasinya mencuri perhatian, jokesnya lumayan banyak dan yang paling penting, kapan lagi Anda menyaksikan aksi para anabul menyelamatkan dunia?

DC League of Super-Pets dapat disaksikan di seluruh bioskop di Indonesia.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Keren! Film Animasi Indonesia 'Hafiz dan Hafizah' Tayang di 17 Negara"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT