Brand New Cherry Flavor: Dendam Kesumat yang Menyeramkan

Chandra Aditya - detikHot
Minggu, 15 Agu 2021 13:25 WIB
brand new cherry flavor
Brand New Cherry Flavor: Dendam Kesumat yang Menyeramkan. (Foto: dok internet)
Jakarta -

Brand New Cherry Flavor bukan untuk semua orang. Kalau Anda gampang jijik dengan visual yang gory, kekerasan yang digambarkan dengan gamblang, atau Anda mungkin jenis orang yang gampang takut dengan penampakan seperti kuntilanak tapi wajahnya bolong, Brand New Cherry Flavor mungkin bukan buat Anda. Tapi kalau Anda menggemari sesuatu yang aneh, cerita tentang ilmu sihir sesat, dendam kesumat, dan tangga bawah tanah yang muncul tiba-tiba, miniseri Netflix yang satu ini mungkin bisa dicicip.

Brand New Cherry Flavor dimulai dengan gambar kucing jilat-jilat badannya di tengah jalan raya di tengah malam. Bahkan sebelum kita bertemu dengan tokoh utamanya, pembuat miniseri ini sudah membuat suasana yang menegangkan. Apalagi ketika dari ujung jalan muncul cahaya, tanda bahwa ada mobil yang akan melintas. Begitu kucing tersebut lewat dari mobil yang melintas, kita langsung berkenalan dengan Lisa Nova (Rosa Salazar), seorang pembuat film yang sedang menuju Los Angeles. Lisa baru saja membuat film pendek yang saking bagusnya sampai mencuri perhatian pembuat film ternama bernma Lou Burke (Eric Lange). Pertemuan pertama keduanya di restoran memang aneh dan tidak semulus yang dibayangkan. Tapi setidaknya Lou memberikan tawaran yang menarik bagi Lisa. Film pendeknya akan dijadikan film panjang dengan Lisa sebagai penulis dan sutradaranya. Tawaran yang tidak bisa ditolak.

Setelah berkonsultasi dengan temannya, Lisa akhirnya menandatangani kontrak tersebut. Resmi sudah Lisa menjadi warga Los Angeles. Tapi ternyata semuanya tidak berjalan sesuai rencana. Lou tidak seperti mentor yang dia bayangkan. Setelah aksi tidak sopan yang ia lakukan, Lou juga mengkhianati janjinya. Film Lisa diberikan kepada orang lain. Marah, Lisa akhirnya menemui seorang perempuan misterius bernama Boro (Catherine Keener) yang bisa membantunya 'menyakiti' siapa pun yang ia kehendaki. Oh dan darah pun mengalir deras.

Brand New Cherry Flavor tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menasbihkan diri sebagai sesuatu yang berbeda. Hollywood kerap mencoba untuk sok-sokan edgy, tapi biasanya hasilnya ya begitu-begitu saja. Yang satu ini berbeda. Dari awal, kreator Nick Antosca dan Lenore Zion, menggambarkan Brand New Cherry Flavor dengan keanehan yang cukup menghantui. Bisa jadi karena mise-en-scene-nya yang sangat artsy sekaligus angker. Camera movement-nya juga lumayan membantu untuk membuat suasananya menjadi tidak nyaman. Atau mungkin karena Antosca dan Zion sama sekali tidak kompromi untuk menggambarkan premis 'berhati-hatilah membuat perjanjian dengan penyihir'. Kalau Anda belum pernah melihat orang muntah anak kucing, Anda akan menyaksikannya di Brand New Cherry Flavor.

Dengan 8 episode, Brand New Cherry Flavor berjalan dengan sangat mulus, karena ini adalah salah satu jenis tontonan yang selesai sesuai dengan cerita yang mau disampaikan. Kadang satu episode durasinya hanya 36 menit, tapi ada juga yang 52 menit. Benang merahnya semuanya sama: semuanya unpredictable. Kalau Anda mengira muntah anak kucing sudah aneh, tunggu sampai Anda sampai di bagian tanaman yang tiba-tiba tumbuh, atau orang yang terbakar tiba-tiba.

Dengan vibe David Lynch yang lumayan kuat (lengkap dengan background Los Angeles dan penggambaran manusia-manusianya yang tidak punya moral yang jelas) dan aura misterius yang pekat, Brand New Cherry Flavor tidak akan berhasil kalau ia tidak menemukan aktor-aktor hebat. Rosa Salazar adalah sebuah penemuan terbaik, karena ini mungkin adalah peran terlezatnya sejauh ini. Salazar bisa menyampaikan dialog dengan ekspresi minimalis untuk menghasilkan chaos yang sempurna, tapi juga masih sanggup mempertahankan humor kering yang diusung oleh Antosca dan Ziion. Ketika Brand New Cherry Flavor menjadi semakin liar dan menuntut Salazar makin gila, ia sama sekali tidak mengecewakan.

Catherine Keener, yang mungkin dikenal banyak orang atas peran legitnya di Get Out, mendapatkan kesempatan untuk mencuri perhatian (seperti biasanya) menjadi Boro. Dengan fashion yang paripurna dan set rumahnya yang benar-benar mencuri fokus, Keener tahu tugas utamanya dan ia menjalankannya dengan baik. Ia bisa menjadi sadis, menakutkan, misterius, tapi di saat yang bersamaan ia tahu bagaimana membuat karakter yang sudah nyeleneh ini menjadi keliatan humanis. Sebuah tugas yang berat, tapi Keener melakukannya dengan sangat mudah.

Eric Lange yang kebagian sebagai antagonis juga berhasil membuat saya peduli dengan karakternya. Walaupun dia menyebalkan, tapi melihatnya menderita lumayan membuat iba juga. Karakter-karakter lain yang dimainkan oleh Manny Jacinto (sebagai sahabat Lisa), Jeff Ward (sebagai love interest Lisa), Hannah Levien, dan lain-lain juga dibawakan dengan baik sesuai dengan porsi mereka.

Tidak sekalipun miniseri ini memberikan penjelasan atas judulnya. Banyak sekali adegan yang justru memberikan pertanyaan daripada jawaban. Tapi sejauh ini, belum ada miniseri yang rilis tahun ini memberikan pengalaman menonton semenyenangkan Brand New Cherry Flavor. Miniseri ini memberikan misteri dengan sentuhan humor dan adrenalin dengan visual keren yang akan membuat saya tersipu-sipu bahagia. Brand New Cherry Flavor memang bukan untuk semua orang. Tapi kalau Anda berani mencicipinya, bersiaplah masuk ke dunia aneh yang sangat menghipnotis.

Brand New Cherry Flavor dapat disaksikan di Netflix.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(mau/mau)