Hot Review

The Woman In The Window: Mencari Kebenaran di Tengah Kegelapan

Candra Aditya - detikHot
Kamis, 20 Mei 2021 13:38 WIB
Woman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective Norelli
Amy Adams dalam film The Woman in the Window / Foto: Melinda Sue Gordon / Netflix Inc/Melinda Sue Gordon
Jakarta -

The Woman In The Window, thriller terbaru karya Joe Wright yang baru saja dirilis di Netflix, butuh waktu yang lama untuk akhirnya hadir di depan layar kaca. Diadaptasi dari buku karya A. J. Finn, The Woman In The Window menghadapi berbagai drama yang tidak diinginkan yang membuatnya dia telat tayang.

Film ini sempat mendapatkan respon yang buruk dari test screening sehingga akhirnya terjadi reshoots yang diketuai oleh Tony Gilroy. Kemudian Fox dibeli Disney, kemudian pandemi. Drama-drama ini akhirnya membuat The Woman In The Window stuck di gudang sehingga akhirnya baru tahun ini ia muncul. Dan ternyata hasilnya tidak seperti yang saya harapkan.

Dalam The Woman In The Window, Amy Adams berperan sebagai Anna Fox, seorang psikiater anak-anak yang menderita agoraphobia. Anna Fox tidak bisa meninggalkan apartemennya. Tiap kali dia membuka pintu untuk keluar, dia akan panik dan stress.

Itulah sebabnya dia terkurung di dalam apartemennya yang luas dan menderita. Belum lagi suami dan anaknya meninggalkannya. Hanya dua orang yang rutin keluar masuk apartemennya, Dr. Landy (Tracy Letts) dan David (Wyatt Rusell), anak muda yang menyewa ruang bawah tanahnya.

Pilihan-pilihan hidup Anna tentu saja tidak baik. Dia kerap meminum obatnya degan wine. Belum lagi dia hobi sekali untuk mengintai tetangga-tetangganya. Dan yang paling baru adalah tetangganya yang baru saja pindah ke seberang apartemennya, Keluarga Russell.

Mereka terdiri dari Alistair Russell (Gary Oldman) yang kelihatannya pemarah, Jane Rusell (Julianne Moore) yang pendiam dan anak mereka Ethan Rusell (Fred Hechinger).

Woman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective NorelliWoman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective Norelli Foto: Melinda Sue Gordon / Netflix Inc/Melinda Sue Gordon

Beberapa hari setelah kepindahan mereka, Ethan datang ke apartemen Anna dan memberikan hadiah perkenalan ke Anna dari ibunya. Dari interaksi singkat mereka Anna merasakan ada sesuatu yang janggal dari keluarga ini. Ditambah di malam Halloween ketika Jane Rusell ke rumahnya dan mereka sempat bercerita.

Ada apa dengan keluarga ini? Misteri ini menjadi semakin pelik ketika dia menyaksikan suatu malam Jane Rusell ditikam. Anna yang panik tentu saja memanggil polisi. Yang mengejutkan adalah polisi dan Keluarga Russell mengaku tidak ada yang ditikam.

Dan yang menjadi gongnya adalah Jane Russell muncul dan dia sama sekali tidak seperti Jane Russell yang datang ke rumahnya waktu itu. Jadi apakah yang Anna liat memang benar terjadi atau dia memang benar-benar mulai gila?

Bahkan ketika novelnya dirilis dan menjadi best-seller, semua orang tahu bahwa The Woman In The Window sangat berpegang pada referensinya, film-film misteri 50-60-an dan barisan film Hitchcock. Finn sebagai penuilis skripnya bahkan membuat karakter utamanya menggemari film-film tersebut sehingga dia selalu terlelap di hadapan film hitam putih tersebut.

Woman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective NorelliWoman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective Norelli Foto: Melinda Sue Gordon / Netflix Inc/Melinda Sue Gordon

Menjadikan film-film legendaris tersebut sebagai homage memang sebuah hal yang tricky karena ending bukunya sendiri sangat underwhelming. Misteri yang dipaparkan sudah menarik, sayang sekali akhirnya medioker.

Sumber tersebut ternyata tidak banyak diubah oleh Tracy Letts, playwright terkenal yang mengadaptasi buku tersebut. Banyak hal yang berbeda dari bukunya tentu saja tapi intinya sama. Sejujurnya, dari awal sampai perterngahan film, The Woman In The Window menjadi thriller yang asyik.

Bukan sebuah thriller yang jenius atau mendobrak konvensi, tapi enak ditonton. Caranya mengatur suspense juga asyik. Tapi ternyata hal yang menjadikan bukunya kurang memuaskan tetap dipertahankan di film ini. Ditambah dengan kesimpulan yang sama sekali tidak memuaskan (saya tidak tahu apakah ini hasil dari reshoots atau ini adalah original conception dari Joe Wright), The Woman In The Window akhirnya menjadi thriller yang kentang.

Padahal di atas kertas film ini sepertinya menjanjikan sebuah tontonan yang menarik. Joe Wright sebagai sutradara sudah tidak bisa diragukan lagi kualitasnya. Dia sudah ahli dalam membuat film dengan unreliable narrator seperti dalam Atonemnet dan menampilkan ketegangan yang tidak henti seperti dalam Hanna. Tapi entah kenapa tangan dinginnya kurang berfungsi maksimal dalam film ini.

Ketegangannya tidak konsisten dan semakin lama semakin tawar rasanya.Kamera dari Bruno Delbonnel padahal sudah sekuat tenaga untuk mewakili psyche dari Anna. Dan tidak jarang Delbonnel bersama Wright mencoba merayakan influence thriller-thriller lama yang menjadi inspirasi bukunya. Musik dari Danny Elfman pun kadang terdengar seperti scoring dari film jadul.

Woman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective NorelliWoman in the Window (2021), L to R: Brian Tyree Henry as Detective Little, Amy Adams as Anna Fox, Gary Oldman as Alistair Russell, and Jeanine Serralles as Detective Norelli Foto: Melinda Sue Gordon / Netflix Inc/Melinda Sue Gordon

Tapi semua ini ternyata tidak membantu banyak meskipun presentasinya tetap percaya diri.Amy Adams tetap bisa diandalkan untuk membuat penonton simpati terhadap karakternya meskipun ini bukan penampilan terbaiknya. Lucunya, karakternya yang juga alkoholik dalam miniseri apik Sharp Objects jauh lebih menggigit daripada aksinya di film ini.

Di antara barisan cast yang menghebohkan, Julianne Moore berhasil memberikan kesan yang membekas atas aksinya yang terbatas. Brian Tyree Henry sebagai Detektif Little juga lumayan berhasil menunjukkan empati yang dibutuhkan dalam waktu yang terbatas.

The Woman In The Window memang bukan film yang jelek. Tapi melihat nama-nama keren yang ada di belakang dan di depan layar, agak underwhelming ternyata melihat hasil akhirnya ternyata begini saja.

Apa lagi buat kita semua yang sudah lama menanti hadirnya film ini yang diharapkan menjadi Gone Girl berikutnya. Cara paling mudah untuk menikmati The Woman In The Window adalah jangan berharap terlalu banyak dan dijamin Anda akan terhibur dengan kerumitan yang ada di dalamnya.

The Woman In The Window dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Netflix Dikabarkan Sedang Siapkan Video Games di Platform-nya"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)