Hot Review

The Mitchells Vs. The Machine: Salah Satu Film Keluarga Terbaik Tahun Ini

Candra Aditya - detikHot
Rabu, 05 Mei 2021 18:52 WIB
Film animasi Netflix The Mitchells vs The Machines
The Mitchells Vs. The Machines tayang di Netflix / Foto: Netflix
Jakarta -

Baru lima menit The Mitchells Vs. The Machine diputar, saya sudah tersenyum. Saya membayangkan betapa sensasionalnya film ini jika kita mendapatkan kesempatan untuk menyaksikannya di layar besar.

Pasti akan sangat menyenangkan dan respon penonton pasti akan ramai. Ini karena The Mitchells Vs. The Machine adalah jenis film keluarga yang bisa ditonton semua orang dan semua orang akan terhibur dengan semua humor yang ada di dalamnya. Selain animasinya memang kece berat, konten The Mitchells Vs. The Machine sangatlah universal.

Diproduseri oleh Phil Lord dan Christopher Miller yang memberikan kita animasi seperti Cloudy With A Chance Of Meatball (lumayan), The Lego Movie (menggemaskan) dan Spider-Man: Into The Spider-Verse (keren banget), The Mitchells Vs. The Machine menceritakan tentang satu keluarga disfungsional yang secara tidak sengaja menjadi penentu apakah manusia akan tinggal di Bumi atau kalah dengan mesin.

Film animasi Netflix The Mitchells vs The MachinesFilm animasi Netflix The Mitchells vs The Machines Foto: Netflix

Pahlawan kita bernama Katie Mitchell (disuarakan Abbi Jacobson), putri sulung dari Rick Mitchell (disuarakan oleh Danny McBride) dan Linda Mitchell (disuarakan oleh Maya Rudolph).

Katie adalah anak yang sangat artsy. Dia memiliki dunia sendiri yang hebat di kepalanya. Itulah sebabnya dia ingin menjadi membuat film. Karya-karyanya absurd. Dan sepertinya hanya dia sendiri yang bisa mengerti dimana indahnya karya-karyanya karena tidak ada satu pun orang tuanya yang paham akan seninya. Ibunya berusaha keras mendukung meskipun dia clueless. Dan ayahnya tidak bisa menyembunyikan kebingungannya setiap kali Katie menunjukkan karya-karyanya.

Satu-satunya orang di rumah yang mungkin mengerti tentang passion Katie adalah adiknya, Aaron Mitchell (disuarakan oleh Mike Rianda). Itu pun karena Katie juga mengerti bahwa adiknya juga aneh. Aaron terobsesi dengan apapun yang berhubungan dengan dinosaurus. Dan tidak ada bocah seumurannya yang sepertinya paham akan passionnya terhadap dinosaurus. Katie sebagai kakak mau melakukan apa saja untuk adiknya dan begitu juga sebaliknya.

Karena situasi ini tidak heran jika Katie sangat bersemangat untuk meninggalkan rumahnya dan meraih mimpinya dengan menjadi mahasiswa film. Katie yang tadinya sudah bersemangat untuk memulai harinya sebagai seniman menjadi gagal bahagia ketika ternyata keluarganya merubah rencananya untuk pergi ke kampus sendirian dengan road trip bersama-sama.

Film animasi Netflix The Mitchells vs The MachinesFilm animasi Netflix The Mitchells vs The Machines Foto: Netflix

Katie tidak punya pilihan lain selain menurut. Sementara itu, ilmuwan pencipta PAL LABS baru saja memberikan merilis ponsel baru dengan sistem operasi teranyar yang ternyata akhirnya memiliki kesadaran sendiri dan mulai membangkang terhadap manusia. Perang manusia terhadap robot pun dimulai.

The Mitchells Vs. The Machine adalah sebuah animasi yang sangat luar biasa. Dan ini adalah pencapaian yang sangat hebat mengingat ini adalah debut penyutradaraan Mike Rianda. Menyaksikan betapa energetic dan percaya dirinya film ini membuat saya mengira bahwa pembuatnya sudah merasakan asam garam kehidupan. Ternyata asumsi saya sangat keliru.

Ditulis oleh Mike Rianda dan Jeff Rowe, film ini punya banyak sentuhan yang menggemaskan untuk menjadikannya sebuah film keluarga yang berbeda meskipun Anda bisa merasakan influence dari banyak film keren sebelumnya. Yang paling dekat feel-nya dengan film ini mungkin adalah The Incredibles. Tapi The Mitchells Vs. The Machine punya banyak stok jokes, cara bercerita yang liar dan karakter yang cukup kuat sehingga dia nampak seperti pribadi yang benar-benar baru.

Rianda tahu bagaimana cara menyajikan sebuah cerita keluarga yang klasik (anak dan orang tua yang tidak sepaham) dalam sebuah bungkusan yang fresh. Ada banyak inspirasi dari film-film lain seperti Dawn of the Dead tapi itu pun diramu sedemikian rupa jadi terasa seperti sebuah homage yang asyik. Bagian drama, komedi dan aksinya berimbang sehingga hasil akhirnya benar-benar spektakuler.

The Mitchells Vs. The MachineThe Mitchells Vs. The Machine Foto: (dok.Netflix)

Yang paling mentereng dari The Mitchells Vs. The Machine mungkin adalah keputusan pembuat karakter utamanya, Katie, sebagai anggota LGBTQ+. Meskipun karakternya tidak mengatakan keras-keras bahwa dia seorang lesbian, tapi ada banyak clue bertebaran sepanjang film yang menunjukkan itu (siapa lagi sih target penonton film keren Portrait of A Lady On Fire?).

Dengan gaya animasi yang benar-benar fresh, warna-warna yang mentereng dan soundtrack terbaik (TI feat. Rihanna), The Mitchells Vs. The Machine berakhir menjadi sebuah kejutan yang menyenangkan di tahun 2021. Ini adalah jenis film yang akan menjadi sebuah tontonan akhir pekan yang menyenangkan jika kita film ini dirilis di bioskop. Jika Anda bingung mau menonton apa untuk melepas penat, The Mitchells Vs. The Machine sangat saya rekomendasikan sebagai hiburan terwahid. Tertawalah melihat aksi gila, tapi silahkan terharu melihat keharuan ceritanya.

The Mitchells Vs. The Machine dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "'Bridgerton' akan Dibuat Hingga Season 4, Ini Bocorannya..."
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)