detikHot

Hot Review

The Kissing Booth 2, Saat Jarak Memisahkan

Senin, 27 Jul 2020 16:19 WIB Candra Aditya - detikHot
The Kissing Booth 2 The Kissing Booth 2 tayang di Netflix / Foto: (dok.imdb.)
Jakarta -

Anda mungkin tidak menyangka bahwa romcom berjudul The Kissing Booth yang dirilis dua tahun lalu merupakan salah satu film original Netflix yang paling banyak ditonton. Film yang menampilkan Joey King dan Jacob Elordi ini kabarnya tidak hanya banyak ditonton pengguna Netflix. Tentu saja hal ini tidak dihiraukan begitu saja oleh Netflix karena musim panas di tengah pandemi ini mereka merilis sekuelnya.

Kalau Anda tidak menonton film pertamanya pun, Anda akan bisa mengikuti cerita film ini dengan baik. Elle (Joey King) naksir Noah (Jacob Elordi), kakak sahabatnya, Lee (Joel Courtney). Masalahnya adalah Noah ini seorang bad boy. Apakah bisa seorang gadis baik-baik punya hubungan manis dengan seorang bad boy? Tentu saja bisa!

Sekuelnya menceritakan apa yang terjadi dengan hubungan Elle dan Noah setelah Noah sekarang kuliah di Harvard. Elle sekarang sedang masuk ke tahun terakhirnya di SMA. Dia memutuskan untuk 'melepaskan' Noah karena ia tahu bahwa LDR tidak pernah berjalan dengan baik. Untuk mengisi keseruannya, Noah bermain-main dengan sahabatnya Lee.

The Kissing Booth 2Joey King dan Joel Courtney dalam The Kissing Booth 2 / Foto: (dok.imdb.)

Tapi ternyata Noah tidak setuju kalau mereka putus. Meskipun mereka terpisah 3.000 mil, Noah merasa bahwa Elle adalah kekasih hatinya. Si penakluk seorang kuda liar. Mereka harus bisa mempertahankan hubungan ini. Bagaimana kalau misalnya Elle mendaftar untuk kuliah di kampus yang ada di Boston?

Kemudian muncullah Marco (Taylor Perez) yang bentuknya lebih seperti body builder daripada anak sekolahan. Marco tidak hanya menawan dan membuat Elle menyatakan kekagumannya terhadap body Marco ke seluruh penjuru sekolah tapi ia juga jago menari. Bagian ini krusial karena Elle butuh dance partner untuk mendapatkan 50 ribu dollar untuk biaya kuliah bersama Noah. Apakah Marco akhirnya menjadi halangan bagi Elle dan Noah?

Kalau Anda merasa bahwa sinopsis di atas terdengar familiar, itu karena memang hampir semua sekuel romcom mempunyai cerita seperti ini. Film pertama selalu tentang mendapatkan cinta dan sekuelnya biasanya tentang orang ketiga yang hadir untuk menguji cinta tersebut. Tapi kefamiliaran premis hanya puncak gunung es dari film yang ditulis dan disutradarai oleh Vince Marcello ini (kali ini sekuelnya dibantu oleh Jay Arnold sebagai co-writer).

Dengan durasi yang sangat panjang untuk sebuah romcom (131 menit!), The Kissing Booth 2 tidak memberikan apa-apa yang substansial. Adegannya berjalan dari satu titik ke titik berikutnya tanpa momen yang penting. Film ini bisa menghilangkan hampir satu jam durasinya dan The Kissing Booth 2 tidak akan kehilangan apa-apa.

Improvement film ini dari film sebelumnya adalah bahwa Marcello sepertinya tersadar akan penggambaran bad boy Noah yang terlihat seperti sociopath di film pertamanya. Kali ini dia men-tone down karakter Noah menjadi seperti cowok bucin. Masalah antara Noah dan Elle pun terasa clear tentang miskomunikasi.

The Kissing Booth 2Joey King beradu peran dengan Taylor Perez dalam The Kissing Booth 2 Foto: (dok.imdb.)

Yang juga menarik dari The Kissing Booth 2 adalah penggambaran pertemanan tentang dua orang berbeda jenis kelamin yang digambarkan dengan begitu pure. Biasanya di genre seperti ini pertemanan dua orang yang berbeda jenis kelamin bisa berpotensi menjadi masalah. The Kissing Booth 2 menolak formula ini dan menjadikan setiap momen Elle dan Lee menjadi bagian terbaik dalam film ini.

Tapi sayangnya semua hal itu tidak membantu untuk membuat The Kissing Booth 2 menjadi film yang baik. Bahkan dibandingkan dengan To All The Boys I've Loved Before: P.S. I Love You, film ini tetap terasa medioker. Tak ada satu pun momen di mana saya peduli terhadap nasib percintaan Elle. Membuat tontonan escapism dan ketika ditonton ternyata hasilnya membosankan adalah sebuah kesalahan. Jika Anda mencintai The Kissing Booth, sekuel ini mungkin akan tetap mencuri hati Anda. Tapi jika Anda pecinta film hiburan kelas berat yang berkualitas, sayang sekali The Kissing Booth 2 bukanlah film yang Anda cari.

The Kissing Booth 2 dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.




Simak Video "'The Invisible Man', Menegangkan dan Penuh Kejutan"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com