The Old Guard: Menjadi Abadi Itu Melelahkan

Candra Aditya - detikHot
Minggu, 12 Jul 2020 15:15 WIB
The Old Guard
Foto: The Old Guard (dok. Netflix)
Jakarta -

Diadaptasi dari komik yang dibuat oleh Greg Rucka (yang juga menjadi penulis skrip untuk film ini) dan Leandro Fernandez, The Old Guard adalah film aksi terbaru Netflix yang terasa seperti blockbuster beneran. Di tengah pandemi dimana menonton bioskop terasa seperti sebuah kemewahan yang berharga, Netflix menjadi salah satu firdaus yang bisa diandalkan. Usahanya kali ini membuahkan hasil yang baik karena di tangan sutradara Gina Prince-Blythewood film The Old Guard tidak hanya menjadi sebuah oase yang menyenangkan tapi juga sebuah calon franchise yang patut ditunggu.

Kisahnya sungguh sederhana. Sebuah grup yang terdiri dari empat orang yang hidup abadi bertemu dengan anggota terbaru. Mereka adalah Andy (Charlize Theron), Booker (Matthias Schoenaerts), Joe (Marwan Kenzari) dan Nicky (Luca Marinelli). Yang paling muda mereka temukan di tahun 1800-an. Yang tertua adalah Andy. Andy sendiri saking lamanya hidup tidak ingat berapa lama umur dia sebenarnya. Ada yang bilang dia sudah hidup selama enam millenium.

Sebenarnya mereka tidak selamanya abadi. Ada waktunya mereka juga kemampuan mereka untuk sembuh dengan cepat akan berhenti dan mereka akan bertemu ajal. Hanya saja mereka tidak tahu kapan hal tersebut akan terjadi. Dalam sebuah misi menyelamatkan anak-anak kecil yang diculik di Sudan, mereka semua bermimpi tentang perempuan yang sama, Nile (KiKi Layne). Nile sendiri adalah seorang marine yang baru saja tewas dalam sebuah misi. Teman-temannya kaget ketika keesokan harinya dia sudah bangun, sembuh dan hasil lukanya pun tidak ada.

Nile pun akhirnya dijemput oleh Andy untuk direkrut menjadi geng mereka. Sementara itu beberapa orang jahat yang tertarik dengan konsep keabadian mulai mengendus jejak mereka dan berniat menyekap mereka satu per satu. The Old Guard secara konsep mungkin adalah sebuah film superhero layaknya film-film Marvel dan DC. Para karakter dalam film ini mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri secara cepat mirip seperti Logan dan mereka juga mampu berkelahi layaknya Black Widow. Tapi menonton The Old Guard rasanya tidak seperti menonton film-film superhero biasa meskipun mereka mempunyai banyak kesamaan. Alasannya? Penulis skrip Greg Rucka dan sutradara Gina Prince-Blythewood membawa konflik karakter-karakternya ke sesuatu yang bisa penonton pahami dengan mudah.

Membayangkan bisa hidup kekal secara konsep sepertinya menarik. Dalam The Old Guard kita menyaksikan orang-orang tua bercerita tentang betapa sakitnya terus hidup sementara orang-orang yang kita sayangi move on kemudian meninggal. Menjadi kekal sangat melelahkan. Tidak hanya itu, kesepian juga menjadi sahabat sejati. Dan mereka tidak bisa mengakhiri penderitaan mereka dengan bunuh diri karena mereka akan kembali hidup.

Konflik personal inilah yang menjadikan The Old Guard menjadi sangat menarik. Konflik utamanya yang standar (geng ini melawan penjahat) justru terasa tidak penting lagi karena kita tahu bahwa ini adalah awal mula tentang bagaimana karakter Nile menjadi anggota tetap geng The Old Guard. Yang juga patut diacungi jempol adalah bagaimana penulis skripnya membagi konflik karakternya dengan rata. Semua karakter protagonis memiliki masalah yang serius dan nyata. Dan penonton diajak untuk memahami itu.

Sebagai sebuah film aksi, The Old Guard memang terlihat murah dibandingkan blockbuster Hollywood yang tayang di bioskop. Set pieces-nya bahkan tidak semegah katakanlah... Six Underground-nya Michael Bay kemarin yang bisa membuat satu apartemen penthouse rusak. Tapi meskipun begitu jangan khawatir karena The Old Guard akan tetap membuat para pecinta film action kesenangan. Penonton akan dihibur dengan berbagai adegan close combat yang berceceran sepanjang film. Dari ruang sempit seperti pesawat sampai sebuah lorong penuh dengan penjahat. Dengan koreografi yang meyakinkan dan editing yang pas, adegan-adegan aksinya lumayan mampu membuat jantung deg-degan. Dan ini adalah sebuah pujian mengingat ini adalah film action pertama sutradara Gina Prince Blythewood.

Pemilihan aktor juga merupakan salah satu poin terbaik film ini. KiKi Layne mampu membawakan Nile dengan baik. Dia mampu mewakili pertanyaan-pertanyaan yang saya punyai sepanjang film diputar. Matthias Schoenaerts berhasil menunjukkan rasa sakit hanya lewat tatapan. Marwan Kenzari yang kemarin tampil membosankan di adaptasi live action Aladdin menunjukkan bahwa dia lebih dari sekedar Jafar melalui film ini. Chemistry-nya dengan Luca Marinelli sungguhlah luar biasa. Tapi tentu saja saya tidak akan bisa menyangkal bahwa The Old Guard adalah milik Charlize Theron.

Aktor yang satu ini memang tidak bisa diragukan kualitasnya. Dia bisa menjadi apa saja dalam bentuk apa saja. Theron sudah membuktikan berkali-kali bahwa dia adalah bunglon tercantik yang pernah dimiliki Hollywood. Dia bisa menjadi rapuh (Sweet November, Tully, North Country), kocak (Long Shot, A Million Ways To Die In The West), brutal (Monster, Bombshell, Young Adult), menyeramkan (Snow White and the Huntsman) sampai tangguh (Mad Max: Fury Road, Atomic Blonde, The Fate and the Furious).

Dan sekali lagi Theron menunjukkan kenapa dia adalah salah satu aktor kelas A di Hollywood saat ini dalam The Old Guard. Ia tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan fisiknya yang lincah tapi juga ia bisa membuat saya percaya bahwa dia sudah hidup selama 6000 tahun. Rasa lelah terpampang di matanya. Ketika dia kehilangan harapan, saya bisa merasakannya. Semua emosi yang Andy rasakan tertransfer dengan baik.

Jarang sekali saya menonton film dimana filmnya belum selesai dan saya sudah ingin menonton sekuelnya. The Old Guard membuat saya merasakan itu. Ketika akhir filmnya memberikan pilihan bahwa kemungkinan akan ada lanjutannya, saya berteriak, "Yes." The Old Guard memang seseru itu.

The Old Guard dapat disaksikan di Netflix

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.



Simak Video "Pengalaman Charlize Theron-Kiki Layne Beraksi di 'The Old Guard'"
[Gambas:Video 20detik]
(dal/dal)