detikHot

premiere

'Pretty Boys': Komedi Menyegarkan dengan Drama yang Terasa Dekat

Sabtu, 21 Sep 2019 23:37 WIB Komario Bahar - detikHot
Foto: Pretty Boys / PB pictures Foto: Pretty Boys / PB pictures
Jakarta - Dengan Vincent Rompies dan Deddy Mahendra Desta sebagai bintang utama, film ini ternyata sangat mengejutkan dalam artian positif. Menceritakan industri televisi dalam pusaran ambisi dua anak polos dari kampung, Pretty Boys walhasil sangat memuaskan.

Sentuhan Tompi dalam debutnya sebagai sutradara Pretty Boys boleh diadu dengan director-director berpengalaman lainnya. Belum lagi visual dari Tompi yang mendalami fotografi juga asik di mata. Dan ketika mengangkat cerita ini dengan menggandeng dua presenter yang memang dikenal sebagai host kocak sungguh jadi sajian menyegarkan.

Desta sebagai Rahmat alias Matthew (nama panggungnya) dan Vincent sebagai Anugerah aka Nugie sebenarnya tak memerankan siapa-siapa selain membawakan persona mereka sendiri dengan background yang lebih didramatisir. Anda akan melihat mereka sebagai Vincent dan Desta sungguhan tapi juga berhasil memerankan karakter Rahmat dan Anugerah.

Rahmat-Anugerah sejak kecil sudah bercita-cita jadi MC top. Idola mereka adalah Sonny Tulung, Dede Yusuf dan Kris Biantoro. Ketika sampai ke Jakarta, poster-poster host tenar itu berjejer pada tembok kamar di rusun mereka yang sempit. Sejak di desa, mereka kerap berduet membawakan acara dangdut di kampung. Tapi ternyata itu nggak mudah karena orang tua Anugerah begitu menentangnya.

Pretty Boys: Komedi Segar dengan Drama yang Terasa DekatFoto: Pretty Boys / PB pictures


Tinggal di kampung, duo ini sangat akrab, hidup sebagai sahabat tak terpisahkan, atau lebih tepat lagi digambarkan sebagai adik-kakak yang benar-benar hangat meski bukanlah kandung. Setelah dewasa mereka memutuskan pergi ke ibu kota untuk mengejar ambisi mereka meski peruntungan awal membawa Rahmat-Anugerah ke dapur sebuah kafe yang dimiliki bos menyebalkan.

Anugerah sebagai chef dan Rahmat adalah pelayan ditemani Asti (Danilla Riyadi). Singkat cerita setelah berjibaku kerja serabutan selain di kafe, keduanya menemui jalan terang terkait ambisi mereka selama ini.

Sampai pada akhirnya, Matthew aka Rahmat dan Nugie alias Anugerah mendapatkan impian yang mereka gapai dari bench penonton bayaran di sebuah acara televisi yang biasa dibayar nasi kotak dan uang 50 ribu (belum dipotong si koordinator).

Dengan duo MC yang di kehidupan nyatanya nyetel banget ini, Pretty Boys adalah kejutan di tahun ini. Lawakan mereka lebih orisinil dan jujur. Beda dengan Warkop DKI yang sudah beberapa kali direborn itu (Falcon Pictures) atau komedi ala D.O.A milik MD Pictures.

Hasilnya, meski kadang masih main slapstick, tetap saja celetukan duo Desta dan Vincent masih bikin Anda terpingkal di bangku teater. Candaan dan tebakan garing yang jadi lucu mereka nyatanya justru jadi senjata keduanya. Lawakan yang keluar dari mulut Desta dan Vincent adalah perkawinan paling pas untuk mengocok perut.

Tompi sebagai director juga patut dipuji karena bisa meramu konflik keluarga yang related. Anugerah punya ayah superkeras merupakan pensiunan tentara yang menolak tegas mimpi Anugerah jadi MC. Apalagi belakangan Pak Jono yang diperankan Roy Marten itu tahu anaknya itu malah jadi host banci di acara TV.

Sampai di sini, Anda mungkin merasa karakter Anugerah ini mirip dengan keadaan sekitar. Pernah punya cita-cita disepelekan orang tua? Atau ribut dengan sahabat karib sampai merasa benar-benar semuanya tak bisa diperbaiki? Semua yang jadi problem nyata di kehidupan sehari-hari itu ada di sini.

Konflik Anugerah dengan Rahmat nggak kalah kuat. Masalah mereka terasa nyata. Rahmat punya sikap egois dan suka main perempuan ketika banyak uang, salah satu cewek yang dimainin itu adalah Asti (Danilla Riyadi) yang sebenarnya jatuh cinta pada Anugerah.

Seperti bom waktu, Anugerah yang jengah kelakuan sohibnya itu meledak di waktu yang sangat 'tepat'. Dari sana konflik film ini terasa sangat dekat dengan kita.

Vincent yang memproklamirkan proyek ini jadi film terakhirnya tampil melebihi ekspektasi. Ia adalah jiwa dari premis ini. Ia bisa menunjukkan rasa kecewa yang mendalam pada keluarga dan Rahmat. Ia juga bisa kikuk ketika bertemu Asti, yang sebenarnya ia taksir.

Tapi di bersamaan, Vincent tetaplah Vincent yang lucu. Sedangkan Desta sebagai Rahmat adalah power di sini. Desta yang bodor memikat dengan persona menyebalkan ketika sedang jaya.

Kehadiran Onadio Leonardo sebagai korlap penonton bayaran bernama Roni (namun superkemayu) juga cukup efektif. Kehadirannya yang konyol dan sikapnya yang oportunis bikin film ini tambah nutrisi.

Roni bukan cuma numpang lewat. Roni yang melambai ini juga jadi konflik kecil yang bikin dua tokoh utamanya kerap beda pendapat.

Jangan kaget kalau di salah satu scenenya ada beberapa aktor yang bikin Anda tertawa geli menyaksikan mereka sebagai cameo yang konyol. Perhatikan saja waria mangkal atau pengamen yang mengganggu Desta tidur di mobil mewahnya.

Ditulis Imam Darto (ia juga main di sini) bareng Tompi serta diproduseri Vincent-Desta sendiri, Pretty Boys adalah suguhan mengagetkan yang terasa menyenangkan.

Well, jika Anda mencari tontonan yang menyegarkan dengan lawakan fresh dan drama oke, Pretty Boys adalah unsur kejutan yang wajib Anda kejar ke bioskop.


Komario Bahar, Koodinator Liputan detikHOT


Simak Video "Tompi Cerita Bedanya Jadi Sutradara dan Dokter Bedah Plastik"
[Gambas:Video 20detik]
(kmb/kmb)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com