'Once Upon A Time In Hollywood': Asyiknya Nongkrong Bareng Leonardo dan Brad Pitt

Review Film

'Once Upon A Time In Hollywood': Asyiknya Nongkrong Bareng Leonardo dan Brad Pitt

Chandra Aditya - detikHot
Sabtu, 31 Agu 2019 12:57 WIB
Once Upon A Time In Hollywood: Asyiknya Nongkrong Bareng Leonardo dan Brad Pitt
Foto: Tim P. Whitby/Getty Images for Sony
Sementara itu Cliff Booth adalah stuntman-nya. Apapun yang Rick Dalton harus lakukan untuk keperluan akting yang membutuhkan aksi-aksi brutal, Cliff Booth akan melakukannya. Dia adalah seorang veteran perang dan hubungannya dengan Rick Dalton sepertinya sudah berjalan sejak sangat lama karena keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat.

Dan karena sekarang Rick Dalton jarang mendapatkan pekerjaan, maka Cliff Booth menjadi semacam "asisten" untuknya. Cliff Booth melakukan pekerjaan seperti menjadi sopir, membetulkan antena dan hal-hal remeh lainnya karena dia tahu hubungannya dengan Rick Dalton lebih dari sekedar pekerjaan. Kebetulan sekali tetangga Rick Dalton adalah Roman Polanski (Rafal Zawierucha) dan istrinya, Sharon Tate.

Kalau Anda penggemar berat Tarantino, ada dua kemungkinan yang terjadi saat Anda menyaksikan film ini. Yang pertama adalah kecewa berat dan yang kedua adalah cinta setengah mati dengan film ini. Saya masuk kategori kedua. Saya sangat mencintai 'Once Upon A Time In Hollywood'. Tapi saya mengerti kenapa mungkin fans-fans Tarantino akan terheran-heran dengan keputusan-keputusan Tarantino dalam film ini.

'Once Upon A Time In Hollywood':Asyiknya Nongkrong Bareng Leonardo dan Brad PittFoto: imdb/ istimewa

Film-film Tarantino seperti Pulp Fiction, Kill Bill, Inglorious Basterds, Django Unchained atau bahkan The Hateful Eight selalu mempunyai motivasi yang jelas bagi karakter-karakternya untuk menjalankan plot. Mereka semua biasanya mempunyai misi yang jelas. Dan misi tersebut biasanya balas dendam. Dengan karakter-karakter yang sangat larger-than-life tapi sangat cool, sangat mudah bagi penonton untuk jatuh cinta dengan karakter Bride dalam 'Kill Bill' atau bahkan seseorang yang luar biasa jahat seperti Hans Landa dalam Inglorious Basterds. Sementara itu 'Once Upon A Time In Hollywood' kehilangan trademark ini.

Dua karakter utama dalam 'Once Upon A Time In Hollywood' tidak mempunyai misi sekeren balas dendam. Misi Rick Dalton hanyalah mencoba untuk lebih relevan lagi. Sementara Cliff Booth sepertinya terlalu senang untuk menikmati hidupnya untuk memikirkan soal life goals. Hal ini akhirnya berpengaruh terhadap cara bertutur Tarantino. Yang biasanya bag big bug duar dan dipenuhi dengan kelokan tajam sekarang lebih mengalir seperti air. Hasilnya menjadi lebih fluid. Butuh waktu memang bagi saya untuk menikmati ini tapi setelah beberapa saat, saya sangat mencintai ritmenya dan tidak mau meninggalkan interaksi antara Rick Dalton dan Cliff Booth bahkan setelah filmnya selesai.

Dan karena film ini lebih character driven daripada plot driven, Tarantino akhirnya menyajikan kepada penonton dua karakter yang paling relatable dan paling manusiawi. Melihat Rick Dalton frustasi karena dia tidak hapal-hapal dialog dan akhirnya meltdown adalah salah satu adegan paling menyenangkan dalam film ini. 'Once Upon A Time In Hollywood' lebih terasa seperti filmnya Richard Linklater yang dibuat oleh Quentin Tarantino.

Hide Ads