detikHot

premiere

'Yesterday': Menikmati Cinta dalam Alunan Lagu The Beatles

Selasa, 02 Jul 2019 16:11 WIB Candra Aditya - detikHot
Foto: Yesterday (imdb.) Foto: Yesterday (imdb.)
Jakarta - 'Yesterday' hadir dengan premis paling menggelegar sedunia: apa yang terjadi jika Anda menjadi satu-satunya orang yang mengingat lagu-lagunya The Beatles? Dengan premis seperti itu siapa yang tak tertarik untuk menonton 'Yesterday'.

Kemudian kita mengetahui bahwa film ini ditulis oleh rajanya romantic comedy, Richard Curtis dan disutradarai oleh salah satu harta karun Inggris ternama, Danny Boyle. Sepertinya tidak ada yang salah. Potensi-potensi indah itulah yang menjadi bumerang ketika ternyata 'Yesterday' tidak menjadi romantic comedy yang menggelegar seperti yang dibayangkan.

Set-up-nya masih mengikuti resep khas Richard Curtis. Dua orang sahabat yang terjebak dalam friendzone meskipun kita bisa melihat dengan jelas keduanya saling mencintai. Jack Malik (Himesh Patel dalam debut layar lebarnya) adalah seorang struggling musician.

Suaranya tidak jelek, penampilan panggungnya sama sekali tidak buruk. Hanya saja orang-orang memang benar-benar tidak tertarik mendengar Jack Malik menyanyikan lagunya sendiri.


Sahabat sekaligus manajernya sekaligus the girl next door adalah Ellie (Lily James). Seorang guru yang selalu mendukung Jack meskipun pada akhirnya dia selalu menjadi penonton satu-satunya.

Di sebuah konser yang begitu sepi, Jack begitu kecewa karena dia sudah berusaha begitu keras untuk tampil dan yang hadir hanyalah kekecewaan. Di saat inilah dia memutuskan untuk pensiun. Mungkin menjadi musisi adalah mimpi yang kejauhan. Ellie memaksa Jack untuk merubah pikirannya. Tapi Jack sudah patah hati.

Kemudian sesuatu yang aneh terjadi. Seluruh dunia tiba-tiba mati lampu selama beberapa detik. Dan saat itulah Jack tertabrak bis yang membuatnya kehilangan beberapa gigi dan membuatnya terlihat semakin konyol. Tapi kejutannya bukan di sana.


Keesokan harinya ketika Jack bertemu dengan Ellie dan teman-temannya, saat Jack memutuskan untuk bernyanyi 'Yesterday'-nya The Beatles mereka semua merespons nyanyian Jack dengan respon yang berlebihan. Jack merasa ini aneh karena dia baru saja menyanyikan lagu The Beatles, arguably band paling populer seantero Bumi.

Tapi kenyataannya teman-temannya merasa bahwa apa yang dinyanyikan oleh Jack benar-benar original dan menyentuh. Ketika Jack berkali-kali menyebut nama The Beatles atau personel The Beatles, mereka semua tidak bereaksi.

Betapa terkejutnya Jack ketika dia pulang ke rumah dan mencari tahu bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang mendadak hilang. Tidak ada lagi Coca Cola. Tidak ada lagi rokok. Dan tidak pernah ada yang namanya The Beatles. Jack kemudian memanfaatkan ini sebagai jalan keluarnya dan ketenaran pun segera merangkulnya.

Sejujurnya chemistry antara Himesh Patel dan Lily James sudah cukupan. Ketika mereka saling bertatapan atau saling berdialog, kita sudah merasakan bahwa mereka saling mencintai.

Rasa itu sudah ada. Tapi kenapa 'Yesterday' tidak memberikan efek seperti yang dilakukan 'Four Weddings and A Funeral', 'Notting Hill', 'Love Actually' atau bahkan 'About Time'?

Ternyata memang skripnya yang agak-agak kurang percaya diri seperti biasanya. Meskipun Richard Curtis sudah membumbui 'Yesterday' dengan signature movenya seperti dialog ala pertandingan tenis antar karakternya, karakter utama yang sepertinya kebingungan dalam mengungkapkan rasa cintanya (Hugh Grant di Notting Hill dan hampir semua orang di Love Actually) serta deklarasi rasa cinta yang berlebihan di babak ketiga, Yesterday tetap terasa kurang confident.

Hal ini mungkin terjadi karena film ini bingung mau menjadi film apa. Sebagai sebuah film high-concept, 'Yesterday' sebenarnya mempunyai banyak potensi untuk melakukan hal-hal gila.

Sayangnya, lagi-lagi film ini terlalu berfokus pada kisah cinta dua karakter utamanya sehingga yang terjadi adalah setengah-setengah. Sebagai Twilight Zone ala-ala, film ini tidak menjelaskan sama sekali keanehan yang terjadi. Sebagai romantic comedy, unsur gemas yang biasanya menjadi atraksi utamanya sangat minim.

Bagian yang paling disayangkan dari 'Yesterday' adalah keputusan Curtis untuk membuat adegan deklarasi yang sungguh-sungguh berlebihan karena penonton tidak pernah diberikan kesempatan untuk melihat Jack yang benar-benar teralienasi dengan suasana barunya.

'Yesterday': Menikmati Cinta dalam Alunan Lagu The BeatlesFoto: Adegan dalam Yesterday / ist



Karakter manajer Jack yang diperankan oleh Kate McKinnon memang sudah memberikan jalan ini tapi ternyata jalur ini tidak dipergunakan dengan baik. Hasilnya adalah suasana yang serba buru-buru, mengada-ada dan tidak memuaskan.

Hal ini kemudian ditambah dengan penyutradaraan Danny Boyle yang agak awkward. Entah kenapa antara scene satu dan scene berikutnya rasanya seperti kentara sekali jahitannya.

Flow-nya tidak mulus seperti musik-musik The Beatles. Sangat disayangkan mengingat berapa banyak uang yang mereka keluarkan hanya untuk membeli rights puluhan lagu The Beatles untuk masuk ke dalam film ini.

'Yesterday' memang bukan film yang 100% buruk. Kalau Anda butuh tontonan ringan dengan lagu-lagu The Beatles yang dijamin oke, film ini sangat direkomendasikan. Tapi sebagai penggemar romantic comedy dan Richard Curtis, 'Yesterday' adalah sebuah kekecewaan yang begitu dalam.


Simak Video "Masuk Pekan Kedua, ''Spider-Man: Far from Home'' Perkasa di Box Office"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)


Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed